Friday, March 30, 2018

Sorrow

...I curse the day that I was born
and all the sorrow in this world...

Ini adalah sebuah kesedihan: tak sanggup untuk sekedar bertanya. Alkisah, tadi saat salat asar di masjid samping rumah, ternyata ada Pak A (Pak A ini bekerja di salah satu kantor yang dulu aku bikin surat untuk kelengkapan lamaran kerja). Sebenarnya tiap magrib aku suka ketemu dengannya, tapi kalau magrib waktunya suka singkat, jadi mana sempat ngobrol masalah keduniaan. Sementara asar, suka jarang aku menemukannya, barangkali beliau masih dines. Ia orangnya baik, waktu di kantornya dulu, ia enggak sombong, malah beliau yang bertanya duluan kepadaku. Nah, tadi itu, ada kesempatan buat ngobrol, aku masih penasaran dengan perempuan yang di Loket Pengambilan apakah ia sudah ada yang punya apakah belum dan siapakah namanya, aku yakin beliau tahu informasi-informasi itu. Tapi aku urungkan tanya-tanya karena nasibku masih dipenuhi dengan kesedihan sebagai seorang lelaki, terutama belum bisa nyari duit sendiri. Pulang ke rumah, di kamar aku bernyanyi Sorrow - Bad Religion itu.

...there will be sorrow
yeah there will be sorrow
and there will be sorrow no more...

#Hihi
#KopiKopi :D

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon