Friday, February 16, 2018

Macan Baru Bisa Naik Motor

Aku punya tante kategori macan: di usia empat puluh tahun tapi masih cantik seperti gadis dua puluh tahun.

Syahdan, seminggu yang lalu, ia belajar naik motor matic. Di lapang sepakbola, hari pertama dan hari kedua, gurunya suaminya sendiri yaitu pamanku, sore-sore. Di hari ketiga, gurunya menganjurkan untuk mulai masuk ke tahap: bawa motor di jalanan desa. Tapi ia belum percaya diri, sehingga meminta waktu barang sehari lagi untuk belajar naik motornya di lapangan, dan gurunya mengabulkan. Di hari ke-empat: bawa motor di jalanan desa membonceng gurunya, pas di tanjakan ketemu colt buntung, hampir terjatuh karena ia kaget syukurlah gurunya yang dibonceng cekatan sehingga gak kenapa-kenapa, hanya dapet klakson dari colt buntung yang sopirnya tersenyum itu. Di hari kelima: masih di jalanan desa dan masih dalam bimbingan guru, ternyata ketemu lagi dengan colt buntung di tanjakan tapi ia berhasil melewati itu dengan baik, sehingga gak dapet klakson dari sopir colt buntung yang kumisnya kalem itu. Di hari ke-enam: masih di jalanan desa, ia mendapatkan pujian dari gurunya, berhasil menghindari jalanan berlubang dengan tenang. Di hari ke-tujuh: gurunya sampai berani bilang gini. "Besok Mama coba bawa motor sendiri di jalanan desa, pelan-pelan saja, gak usah main kebut-kebutan dulu."

Besok yang dimaksud tibalah juga. Tanteku yang macan itu bersiap untuk bawa motor sendiri di jalanan desa. Dan ini yang bikin orang gak nyangka: penampilan tanteku yang macan itu seperti akan touring ke luar kota haha padahal hanya akan melintasi jalanan desa hehe. Pake jaket seperti bintang K-Pop mau manggung di musim dingin. Sepatu. Celana jins panjang. Sarung tangan. Kerudung bintang sinetron. Dan ini: pake kacamata hitam. Bikin suaminya berkata. "Njirrr saha eta?" Haha.

Dan aku yang sedang cuci motor di rumah sebelah turut menggodanya. "Koi mil gaya."

Sebelum berangkat melaju, tanteku yang macan itu sempat kasih klakson pertanda izin pergi. Habis cuci motor aku menghampiri pamanku. "Udah jago Mang emang, Si Bibi?"

"Udah bisa nyusul colt buntung."

Setengah jam kemudian. Colt buntung datang. Dan kulihat motor matic tanteku yang macan itu ada di belakang. "Kenapa tuh Mang?"

"Iyaa kenapa?"

Jawabnya ini: Tanteku yang macan itu tadi gak lihat lubang jalan karena terasa gelap oleh kacamata hitam yang ia pake, sehingga terjatuh. Syukurlah yang pecah hanya kacamata hitamnya dan lampu lihting sebelah kiri, gak ada yang lain lagi.

#Hehehe :D

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon