Wednesday, February 14, 2018

Berbenturan dengan Mahmud Cantik Naik Motor

Tadi sehabis anak-anak TPA/TKA pada pulang, aku melihat di depanku ada Mahmud cantik naik motor matic Honda Scoopy, aku sendiri di belakangnya seperti mengintai naik motor bebek Kawasaki Blitz R. Sejak SMP aku hafal betul dengan jalanan yang sedang kami arungi itu, nanti di depan akan ada pertigaan, sementara jalanan ini memang suka sepi sehingga wajar kalau suka dipergunakan oleh orang yang baru belajar naik motor karena tak rame dengan lalu lalang. Meskipun aku dan dia mengemudikan motor pelan-pelan, tapi tampaknya kami berdua sudah memiliki SIM C setidaknya baru sebulan. Mau mencapai pertigaan tapi masih agak jauh, aku salip ia, sehingga bikin aku yang kini jadi mimpin di depan. Dan ini rencanaku: berharap berbenturan ringan di pertigaan.

Berbenturan ringan: ujungnya aku gak kenapa-kenapa, ia juga gak kenapa-kenapa, palingan kaget saja. Sebab aku sudah memperhitungkannya: dengan kecepatan yang pelan seperti tadi dan lalu mengendurkan kecepatan makin pelan saat di pertigaan. Caraku biar tragedi itu tercipta: salah menyalakan lampu lihting.

Sebelumnya aku sudah tahu tentang Mahmud cantik itu, ini sebagai gambaran, status FB: Tadi saat kupergi ke warung ketemu mahmud cantik sedang belanja susu sambil menggendong tas bermotif kartun, curiga ia akan pergi ke TPA/TKA tidak jauh dari sini. Aku lihat ia membuka dompetnya untuk bayar. "Njirrr loba kitu euy duitna." Aku ingin ngajak kenalan meskipun dalam keadaan rambut awut-awutan, tapi sadar mahmud cantik itu pasti istri orang, sehingga batinku tertekan hingga ia pergi dari warung. "Jarcok sebungkus." Haha.

Dan ini adalah pertemuanku yang ketiga kalinya. Aku tahu: di pertigaan kemarin ia belok kanan. Maka: aku kasih lihting ke kiri tapi belok ke kanan. Alhasil: benturan yang kurencanakan tercipta.

Tapi tak kusangka, ia marah. "Gimana anda ini? Kayak emak-emak. Belok kanan tapi lampu lihting ke kiri."

#Haha :D

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon