Sunday, January 14, 2018

Yang Radja Nainggolan Jangan Sampe Lepas dan Setara Pangeran Roma

Radja Nainggolan Francesco Totti Roma
Via Instagram
Fabio Cannavaro tampaknya sedang berkomedi ketika akan membawa Radja Nainggolan dari Roma ke Tiongkok dengan tawaran 40 juta euro. Bahkan melebihi komedi nyanyian kode Warkop DKI. "Yang baju merah jangan sampe lepas." Pelatih Guangzhou Evergrande Taobao itu kelihatannya tak tahu, kalau enam bulan lalu, raksasa Inggris Manchester United sampe berani menawar 70 juta euro guna bersaing dengan Chelsea untuk mendapatkan Halilintar berdarah Indonesia, di mana The Don Chelsea sebelumnya sudah dibikin lemas ketika disuruh Radja. "Bawakan aku matahari."

#Haha :D

Maka aku pikir status Facebook itu mengandung pesan yang dalam: Radja Nainggolan jangan sampe lepas. Jika kemudian ditautkan dengan rumor transfer Roma akhir-akhir ini terutama di bursa transfer Januari. Ini telah jadi semacam spanduk: Tak ada pembelian jika tak ada pemain yang dijual terlebih dahulu. Alhasil menciptakan rasa jeri: takut kehilangan pemain idola. Salah satunya: kehilangan Radja Nainggolan.

Bagiku, Radja Nainggolan, bukan hanya pemain Roma, tapi ia memangku ini: pemain berdarah Indonesia. Sehingga, ia istimewa di hatiku. Dipertegas: penampilan Radja Nainggolan bersama Roma memang memukau.

Ketika rame ada foto Radja Nainggolan memakai jersey nomor 10. Roma yang notabene itu adalah nomor keramat milik Pangeran Roma Totti, dan pada saat itu Francesco Totti belum pensiun. Dan kuselidik, demikian atas izin dari Francesco Totti. Maka aku berkesimpulan: jika ada pertanyaan siapakah yang pantas mengenakan jersey no. 10 berikutnya setelah Totti gantung sepatu, aku jawab adalah Radja Nainggolan.

Misalkan gelar Pangeran Roma di AS Roma itu sebagai titel raja, maka Radja Nainggolan (mengingat penampilan bersama Roma, dan bukan karena Radja Nainggolan berdarah Indonesia) adalah pemain yang laik memangku gelar itu yang bukan dari golongan akademi Roma. Dipertegas: semangat Radja Nainggolan sejauh ini seperti di dalam sanubarinya terdapat darah romawi. Sudah terbukti ketika hendak melawan Lazio di DDC, ia berkata. "Ingin bermain meski dengan satu kaki." Di mana pada saat itu Radja Nainggolan belum pulih seratus persen dari cedera. Juga sebelumnya: ia telah mendaku sebagai anti Juve dan cinta Roma.

Maka: Radja Nainggolan setara Pangeran Roma. Sehingga: tak boleh dijual berapa pun dan kepada klub mana pun. Biarkan ia pensiun di Roma, seperti Totti.

Silakan dibaca juga ini Kabar Jeri Bursa Transfer Roma.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon