Sunday, January 7, 2018

Pelatih Di Francesco Tidak Bisa Melakukan Keajaiban

Eusebio Di Francesco Roma
Aku membaca postingan Forza Roma Indonesia di Facebook yang mengambil sumber dari Centro Suono Sport, mengutip perkataan Vincent Candela. "Ini jawaban objektif. Roma menjual Salah dan Rudiger, lantas menggantinya dengan tiga pemain cedera. Tak mungkin bersaing Scudetto. Di Francesco tidak bisa melakukan keajaiban."

Aku pikir: Vincent Candela benar.

Yang paling terasa sejak dimulainya penjelajahan Roma di musim ini: cederanya Rick Karsdorp dan cederanya Patrik Schick. Kalau satu lagi pemain yang cedera, aku kurang tahu Candela menyinggung siapa. Tapi memang terasa menyadau dua pemain cedera yang kumaksud: Rick Karsdorp di sektor bek kanan dan Patrik Schick di lini serang. Terlihat kentara: Bruno Peres masih lemah untuk menempati pos bek kanan ketika mendapatkan giliran rotasi dengan Alessandro Florenzi, dan Defrel kerap kena bully karena permainannya di pos penyerang sayap kanan pun Edin Dzeko yang tak tergantikan meskipun tak bikin gol di pos penyerang sentral. Di sini tampak mencolok: keropos yang ditinggalkan Antonio Rudiger (yang pada zaman Spalletti bahkan berhasil menepikan Bruno Peres dari bek kanan) dan Mohamed Salah belum tertambal.

Itulah sebabnya aku pribadi tak terlalu menggebu berharap bahwa Roma bakal meraih gelar pada musim ini, meski (tentu saja benar) sebagai penggemar Roma harapan akan Roma meraih gelar selalu ada di hati. Itulah sebabnya juga, aku tak terlalu memaki pelatih Di Francesco jika Roma misal menuai kekalahan (yang tak drastis), tapi aku melihat proses yang berkembang sejauh ini, untuk Roma dengan pelatih baru dan direktur olahraga Roma baru, sebenarnya dari hati: dapat menikmati permainan itu. Terasa ada reaksi positif yang telah diciptakan oleh pelatih Di Francesco, salah satunya adalah ini: rotasi pemain. Juga pembelian Monchi, selain (tentu saja) Defrel, yang lainnya termasuk berhasil, sebab Rick Karsdorp kemudian cedera dan begitu juga Patrik Schick yang kemudian cedera (kalau Schick menjelang separuh musim sudah pulih dan sudah rutin main).

Musim ini, kupikir, masa penyesuaian, jadi masih dapat dimengerti jika tak dapat gelar, akan beda jika meski tak dapat gelar tapi posisi Roma diakhir musim klasemen Serie A tak berada di papan atas Champions (ini harus ada sedikit kritik pedas). Dan tentu saja akan beda ekspektasiku terhadap Roma pelatih Di Francesco jika di musim depan, yakni: pelatih Di Francesco dituntut untuk menciptakan keajaiban.

Silakan dibaca juga ini Pelatih Di Francesco Bekerja dengan Hati.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon