Sunday, January 14, 2018

Jika Strootman Dijual Maka Tak Ada yang Abadi

Strootman Roma
Photo by Gabriele Maltinti/Getty Images
Jiwa yang lama segera pergi
Bersiaplah para pengganti

Dua baris lirik lagu Tak Ada yang Abadi yang dinyanyikan Ariel Noah mengingatkanku akan rumor transfer Roma mengenai Kevin Strootman. Kevin Strootman yang memiliki klausul pelepasan sekitar 45 juta euro.

Aku berbicara Kevin Strootman pada musim ini, dan tautannya dengan Roma. Sebagaimana pemain lain di lini tengah, Strootman pun terkena dampak kebijakan rotasi yang dilakukan oleh pelatih Di Francesco.

Pelatih Di Francesco menerapkan skema permainan 4-3-3. Roda becak di lini tengah bergiliran bergantian dihuni oleh: De Rossi, Nainggolan, Strootman, Gonalons, Pellegrini, Gerson. Tiga pemain mapan, masih tetap: De Rossi dan Nainggolan dan Strootman. Tapi tampaknya peranan Strootman, hampir dikelabui oleh permainan apik Pellegrini. Dan Gonalons terlihat masih belum memuaskan untuk menggantikan peran De Rossi. Sementara Gerson, justru ia kalau dimainkan, lebih terlihat kala jadi penyerang sayap kanan. Maka di sini, aku berkesimpulan, tiga pemain yang terlihat mencolok untuk lini tengah Roma pada musim ini, adalah: De Rossi dan Nainggolan dan Pellegrini.

Maka ketika menyeruak pemberitaan tentang rumor transfer Strootman, kecuali kalau dijual ke Juventus maupun ke klub besar lainnya di tanah Italia, kupikir: Strootman tak apa dijual. Di sini, aku bernyanyi. "Jiwa yang lama segera pergi." Dan harus dilanjutkan nyanyinya. "Bersiaplah para pengganti."

Aku menyinggung permainan Roma sejauh ini, hingga bursa transfer bulan Januari dibuka. Kupikir ini: Roma membutuhkan tenaga baru. Salah satunya: gelandang tengah yang bisa merancang serangan, seorang gelandang kreatif.

Strootman adalah gelandang papan atas, yang memiliki karakteristik, meminjam kata-kata Van Marwijk."Penampilannya tidak terlalu konservatif, tidak pula terlalu ofensif. Perpaduan antara Nigel de Jong dan Rafael Van der Vaart." Kita tahu, Nigel de Jong, The Destroyer, Si Tukang Sapu. Kita pun tahu, Rafael Van der Vaart, Talisman atau Playmaker.

Aku bayangkan Strootman terpaksa dijual karena untuk membeli pemain, sebagaimana apa kata presiden James Palotta, kudu menjual dulu baru bisa beli, maka lagu Tak Ada yang Abadi bisa menenangkan orang-orang yang mencintai Roma yang menggemari sosok "bedil" dari Belanda itu. Lalu dari penjualan itu Monchi membeli ini: Milan Badelj dan Hakim Ziyech. Milan Badelj untuk menutup lubang akibat belum memuaskan penampilan Gonalons. Sedangkan Hakim Ziyech untuk solusi Roma sejauh ini, yang butuh seorang gelandang kreatif, seorang pemain yang merancang serangan.

Baca juga ini Perancang Serangan.

Setidaknya, situasi yang kubayangkan itu mengundang harapan, penampilan Roma, di separuh musim berikutnya, dapat lebih baik, meskipun mengandung resiko kehilangan sosok kharismatik seperti Kevin Strootman.

Silakan dibaca juga ini 6 Hal Tentang Strootman Sebagai Gelandang Tengah Roma.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon