Tuesday, January 2, 2018

Mengejutkan Cengiz Under Terpilih Sebagai Pemain Muda Klub Terbaik 2017

Cengiz Under Pemain Muda Roma
Photo: Getty Images
Pagi hari di tanggal 3 Januari 2018. Sekitar satu jam setelah azan subuh aku membaca postingan teman di Facebook, ia (maaf ini aku tak sebut namanya karena belum minta izin) memberi tahu bahwa Cengiz Under terpilih sebagai pemain muda klub terbaik 2017, di sana pun ia memberi pendapat pribadi bahwa ia lebih memilih Lorenzo Pellegrini daripada Cengiz Under, dengan alasan Cengiz Under belum menciptakan gol sejauh ini (ia memakai kata "walaupun" atas Cengiz Under yang belum menciptakan gol tapi terpilih).

Pendapat temanku itu masuk akal, sebab informasi itu pun mengejutkan pikiranku, bahwa benar jika dikaitkan dengan Lorenzo Pellegrini yang sejauh ini sudah menciptakan dua gol (ini kalau aku tak lupa ingat, tapi pada intinya menekankan bahwa Lorenzo Pellegrini sudah menciptakan gol untuk Roma) maka terpilihnya Cengiz Under di luar dugaan. Tapi pada saat itu aku menanggapinya secara terburu-buru, aku berkomentar di postingan temanku itu begini (semangatnya atau intinya): Lorenzo Pellegrini barangkali sudah bukan kategori 'young' lagi. Dan aku pun di komentar itu tak lupa memberi selamat kepada Cengiz Under (barangkali sudah tahu kalau aku telah menunjuk Cengiz Under sebagai pemain idola di Roma).

Tapi ketika aku cek ulang di laman resmi AS Roma di sana ada kabar mengenai Roma Awards 2017, dan temanku benar bahwa Cengiz Under terpilih sebagai pemain muda klub terbaik 2017, tapi pendapatku mengenai Lorenzo Pellegrini ternyata keliru (akibat tadi terburu-buru), bahwa ternyata kubaca Cengiz Under memenangi gelar sebagai pemain muda Roma terbaik 2017 dengan mengalahkan nama-nama ini: Lorenzo Pellegrini yang mendapat suara 7 persen, Emerson Palmieri 6 persen, dan Gerson 3 persen. Sementara Cengiz Under mendapatkan suara 85 persen. Ini berdasarkan hasil polling pilihan penggemar Roma (Sumber: laman resmi AS Roma).

Dan aku terkejut.

Menghisap rokok sejenak. Lalu batinku berkata. "Jangan-jangan terpilihnya Cengiz Under ada apa-apanya."

Kata "jangan-jangan" adalah bentuk kecurigaan. Sementara "ada apa-apanya" merupakan respon negatif. Berangkat dari kecurigaan negatif itu, aku berkesimpulan: bahwa penggemar Roma mencintai pemain muda Turki yang baru didatangkan pada musim panas itu. Tapi dengan begitu, bukan berarti, penggemar Roma tidak mencintai yang lain (Lorenzo, Emerson, Gerson), tapi ini atas dasar kebijaksanaan, mengingat di antara nama-nama itu kelihatannya Cengiz Under yang berada dalam tekanan menjelang jendela transfer bulan Januari 2018. Sudah beredar kabar: ada rencana Cengiz Under akan dipinjamkan ke klub lain. Di sini, aku pikir, para penggemar Roma yang terlibat dalam polling itu, ingin melindungi Cengiz Under, sebab meskipun belum menciptakan gol tapi pemain muda Turki itu sanggup memberikan sinar harapan (apalagi pada saat ia dimasukan di babak kedua, pada menit delapanpuluhan, sebagaimana yang sudah terjadi di beberapa pertandingan Roma, tampak gigitan Cengiz Under).

Alhasil: Selamat Cengiz Under!

Baca juga ini sebagai studi banding Imaji Cengiz Under yang Over Protektif.

#ForzaRoma :D

Mengenai Cengiz Under lainnya silakan baca juga ini Sundulan Cengiz Under yang Andai Jadi Panah Arjuna.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon