Sunday, December 31, 2017

Tak Ada Tim Sepakbola Kelas 3 Bahasa

Fabio Capello Miss Wales
Photo: metro.co.uk
kadang aku ingin kembali ke tahun 2001, untuk memilih ke kelas 3 bahasa, saat itu aku kelas 3 ipa, padahal tes psikotes memberi petunjuk bagusnya aku masuk kelas bahasa, tp pada saat itu aku merasa jago di fisika dan kimia dan matematika. ironis kini: saat membeli roko ke warung dengan uang lembaran lima puluh ribu, aku suka dibikin bingung dgn uang kembalian, bilangan lima ratus perak yg bikin bingung. haha.

#KembaliSepiDiKamarHehe :D

Di malam tahun baru 2018, aku menulis status di Facebook salah satunya itu. Aku tak bohong, kalau dulu saat SMA di kelas 3, aku jadi anak IPA, tepatnya: anak kelas 3IPA2. Dan benar juga, kalau pada saat itu, sebelum memilih mau masuk ke kelas 3 jurusan apa, terlebih dahulu ada tes psikotes (dan IQ), bukan dari pihak sekolah yang mengadakan tapi pihak sekolah bekerja sama dengan pihak yang bersangkutan (kelihatannya begitu, tapi kurang tahu juga, sebab adik kelas tepat di bawahku konon tak mengalami hal serupa). Dan hasilnya benar: kalau aku salah memilih kelas IPA, bagusnya ke IPS atau Bahasa. Tapi pada saat itu aku tak sendirian, beberapa teman sekelas di kelas 2, juga mengabaikan hasil ujian itu terkait rekomendasi bagusnya masuk kelas apa. Tapi tidak dengan Fabio Nugraha (sebut saja namanya demikian, biar selanjutnya hanyalah rekaan).

Hasil tes Fabio Nugraha, menyangkut rekomendasi mendingan masuk ke jurusan apa, bahwa ia bagusnya masuk kelas Bahasa. Seakan tak pikir panjang, ia memilih untuk mengikuti anjuran itu, ia mendaftarkan diri ke kelas Bahasa. Tak seperti kelas IPA maupun kelas IPS yang dibagi menjadi beberapa kelas, kelas Bahasa hanya ada satu dikarenakan terbatasnya jumlah siswa yang memilih masuk ke sana. Jadi, Fabio Nugraha, adalah anak kelas 3Bahasa. Sedangkan aku, kelas 3IPA2, yang memberitahu bahwa ada kelas 3IPA1 juga ada kelas 3IPA3. Yang paling banyak jumlah kelasnya, kelas IPS, hingga enam kelas. Itu terjadi tahun 2001 di sekolahanku, di zamanku kelas 3 SMA.

Saat ajang kompetisi antar kelas digelar, Fabio Nugraha bagai melupakan itu, dan memang ia tak habis pikir kenapa ia satu-satunya siswa berjenis kelamin laki-laki yang masuk kelas Bahasa. Bahkan aku sampai dibikin ketawa ketika ia curhat di kantin. "Hanya aku sebagai jantan, semua teman di kelas Bahasa betina." Dan cara ia mengucapkannya pun bikin ketawa: seperti penyair mengutuk nasib.

Tahulah aku bagaimana kapasitas Fabio Nugraha sebagai pemain sepakbola sekup antar kelas: sejak kelas satu, kemudian kelas dua, ia selalu terpilih masuk ke dalam skuad impian pilihan OSIS satu tempat di pos gelandang tengah. Selain daripada itu, ia memang hobi main bola. Alhasil: aku mengerti kegelisahannya. Tentang rasa jeri ini: tak bisa ikut main di turnamen antar kelas. Hampir tiap tahun, memang tak ada tim sepakbola kelas 3Bahasa, karena kerap kekurangan pejantan. "Haha."

#Haha :D

Panjenengan silakan dibaca oge anu ieu: Suporter Cewek Slebor Masuk ke Tengah Lapangan dan Nekat Mengatakan Cinta.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon