Monday, December 18, 2017

Suporter Cewek Slebor Masuk ke Tengah Lapangan dan Nekat Mengatakan Cinta

Tags

Embed from Getty Images
Samantha Inah masuk ke tengah lapangan berlari menghampiri Gabriel Engkus, tahu-tahu, tanpa ada yang duga. Ketika Gabriel Engkus baru saja dimasukan oleh pelatih Hansip di babak kedua, pada pertandingan yang sedang dilakoni oleh tim desa kami. Ulah Samantha Inah, bikin heboh. Samantha Inah tak malu lantas memeluk Gabriel Engkus di tengah lapangan. Seksi keamanan yang berbaju Hansip dengan sigap segera berlari mengejar Samantha Inah, suporter yang dramatis itu berhasil diamankan.

Ulah Samantha Inah, bukan hal aneh, barangkali hanya nyeleneh. Sebab sebelumnya, dari berita atau mungkin kebetulan pas lagi nonton, kita tahu bahwa peristiwa itu bukan hal yang baru, dan mata sebagian besar yang memandang melihatnya sebagai sesuatu yang lucu (sebab sebagian besar penonton dibikin ketawa atau sekedar tersenyum). Tapi memang, fenomena suporter cewek nekat masuk ke tengah lapangan, sepertinya langka terjadi. Hanya cewek majenun yang sanggup melakukannya, apalagi saat ia berani sambil menanggalkan pakaian meskipun hanya atasannya saja (bahkan pernah ada kejadian, bawahannya juga ia perosotin sendiri).

Maka perbuatan Samantha Inah yang seperti itu, adalah kesleboran. Ia mencoba (dengan perbuatannya itu) membikin malu dirinya sendiri di hadapan para penonton yang jumlahnya banyak. Barangkali, di kemudian hari berpotensi menciptakan penyesalan.

Seorang teman pernah bercerita. Ia nekat mengatakan cinta, dengan cara yang slebor: belum kenalan tapi langsung nembak ke rumahnya sang cewek idaman. Apa yang terjadi? Tentu saja ditolak oleh sang cewek. Bakal beda jika temanku itu misal Afgan (penyanyi Indonesia yang punya suara khas itu, dan sudah berkacamata meskipun masih muda). Sayangnya, temanku itu bukan Afgan, ia bukan orang terkenal, tapi tindakannya itu menyiratkan rasa penuh percaya diri yang tinggi sekali seperti ia tenar saja. Masuk akal, cewek idamannya pada saat itu menolak: belum kenal. Ia tak ingat, atau mungkin tak tahu, tak kenal maka tak sayang.

Memang tak jelas benar apa yang membuat temanku itu nekat, selain yang ia katakan ini: karena malu. Ia sudah memendam cinta begitu lama, tapi tak berani katakan cinta. Tiga bulan lamanya. Waktu yang lama itu bikin ia menderita, atau tersiksa ditusuk-tusuk ketidakpastian, apakah cewek idaman di sana merasakan hal yang sama apakah tidak. Hingga di saat itu, karena malu yang dipendam lama itu telah menjelma bagai jerawat yang menyerupui gunung, meledaklah api malu itu menjadi kobaran kenekatan hari itu, hari di mana ia langsung nembak cewek idaman tanpa kenalan terlebih dahulu. Yang kemudian terjadi: temanku itu jadi malu bertemu cewek yang ia idamkan itu haha. Bahkan, ia kemudian bilang. "Barangkali ada satu orang yang aku hindari seumur hidup, yaitu dia, kecuali dia yang bertanya duluan."

Aku pikir: masih mending temanku yang hanya menghindari satu orang akibat kesleboran, tak terbayangkan apa jadinya seorang Samantha Inah yang kesleborannya ditonton oleh banyak orang.

#Hehe :D

Panjenengan silakan dibaca oge anu ieu: Sang Cowok Playboy Karena Pemain Bola.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon