Wednesday, December 27, 2017

Sundulan Cengiz Under yang Andai Jadi Panah Arjuna

Cengiz Under Juve Roma
Photo: Getty Images
Siapakah yang melihat peluang Cengiz Under di Jj 1 v 0 Roma 24 Desember 2017 itu? Paling tidak aku, aku melihatnya, saat pemuda Turki itu terbang melayang meluncurkan diri menyambut bola di sisi kanan gawang Wojciech Szczesny. Tapi peluang itu, memang tak seperti one on one Schick vs Szcesny, hanya saja kalau sundulan Cengiz Under sempurna: dilencengkan ke atas sebelah kiri gawang. Kemungkinan itu bisa bikin bencana buat Juventus: jadi gol.

Aku, selaku penggemar Roma dan sudah mengaku bahwa Cengiz Under pemain yang kutunjuk sebagai idola, yang nonton menyaksikan peluang itu, tentu saja aku mengaduh. Terbayang bila itu menjadi gol: Cengiz Under akan terbang seperti burung di angkasa. Terpenting: menyelamatkan Roma dari kekalahan di kandang Juventus.

Mengenai pertandingan lawan Juventus harap baca ini Jj 1 v 0 Roma 24 Desember 2017: Mantan yang Bahagia.

Seorang teman pernah bercerita penuh bangga, bahwa ia telah berhasil menusukkan panah Arjuna tepat di dada pujaan hati, tentu ia memakai bahasa metafor untuk itu, intinya ia senang telah berhasil dapat pacar wanita yang ia suka dengan usaha. Panah Arjuna tak ia dapatkan cuma-cuma, tapi dengan cara dibangun sebelum-sebelumnya, sehingga di detik itu, saat dilesakkan jadi mematikan.

Mulanya ia hanya setia menunggu pujaan hati pulang dari Toko Sepatu di sore hari. Menunggunya sambil duduk di motor Ninja miliknya yang sedang terparkir di pinggir jalan, saat wanita pujaan hati lewat, tak lupa lihat kaca spion motor terlebih dahulu setelah itu ia melambaikan tangan. "Hai..." Dengan lembut, dengan senyum, dengan ramah. Hari pertama, pujaan hati di sana: jutek.

Tapi ia tak jera untuk tetap setia menunggu momen itu, diulang lagi di hari berikutnya di hari berikutnya, hingga seminggu berlalu. Tiap hari, ia merasakan perkembangan yang positif di muka sang pujaan hati, manakala ia menyapa "Hai". Saat bercerita itu ia memberikan gambaran kepadaku, bahwa kelihatannya sang pujaan hati mulai hafal dengan dirinya, setidaknya sang pujaan hati di sana tahu pengorbanan yang telah dilakukan olehnya. Hingga, di satu hari, ia melakukan manuver menggebrak.

Ini gebrakan yang ia lakukan: pada saat sang pujaan hati lewat, dengan penuh percaya diri ia mencegat, menghadang laju jalan sang gadis sehingga susah lewat. Lalu ia membacakan sajak ini di hadapan sang gadis.

Cinta, karena itu aku hadir
Sore, menunggu setia
Cantik, kamulah orangnya

Lihatlah itu, ada motor Ninja
Lihatlah ini, ada aku
Bersedia menjadikan engkau putri
Kutunggu Engkau hingga senja datang

Begitulah. Pada akhirnya sang gadis mau diajak ia jalan-jalan naik motor Ninja, kemudian diantar pulang dengan selamat sampai rumah, di dekat pintu pagar rumah ia beranikan diri tuk setengah berteriak "Aku cinta kamu." Tiada ia duga saat sang gadis menoleh ke belakang baru mau buka pintu rumah, sang gadis menjawab. "Aku juga."

Maksudku: seandainya sundulan Cengiz Under seperti panah Arjuna dalam cerita seorang teman itu. Di mana sebelum-sebelumnya kulihat Cengiz Under mengalami perkembangan permainan dari pertandingan demi pertandingan yang ia lakoni, meskipun permainan itu tak mengagumkan karena kontribusi yang terasa biasa saja (baca: belum bikin gol). Hingga pada momen itu, sundulan yang sambil melayangkan diri meluncur menyambut bola, andai saja serupa Sajak Cinta Temanku itu atau andai saja serupa motor Ninja yang baru dicuci, itulah metafora untuk kemudian gol, pastilah aku merasakan apa yang dirasakan oleh temanku itu saat sang gadis jawab "Aku juga." Laksana terbang di angkasa dengan sayap bunga-bunga.

Mengenai Cengiz Under lainnya harap baca ini Cengiz Under Harus Terbang Tinggi di Coppa Italia.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon