Friday, December 8, 2017

Sepakbola dan Wanita

Tags

Embed from Getty Images
Alkisah, seorang pemain sepakbola kelas 2C yang terlambat datang ke lapangan, dibanding rekan-rekannya yang lain, tapi kick off memang belum dimulai. Ia terlalai: karena menunaikan salat ashar terlebih dahulu di masjid sekolah. Dan lapangan pertandingan berada sekitar limaratus meteran dari sekolah.

Ia terlihat berjalan sendiri menuju ke lapangan, tertinggal dari rombongan kelas 2C yang sudah sampai duluan. Di tengah perjalanan, gerombolan cewek berseragam SMA bersih datang menghampiri dan berteriak. "Kakak kakak tunggu!"

Beberapa cewek itu mengambil kesempatan dalam kesempitan: minta foto bareng. Ia terlihat seperti bintang. Memang di beberapa pertandingan antar kelas yang sudah berlangsung, di pertandingan sebelumnya ia berhasil menciptakan gol melalui tendangan penalti, dan lalu melakukan selebrasi gol meniru gaya Gabriel Batistuta: dereded senapan mesin ke arah penonton. Barangkali, itu satu hal yang bikin ia terlihat berkharisma di mata beberapa cewek, sehingga beberapa cewek itu kepengin foto bareng bersamanya. Tahukah anda siapakah dia? Anda boleh percaya boleh tidak, ia yang kumaksud adalah: Aku sendiri haha.

Dan aku tersanjung: sudah bikin wanita-wanita tergila-gila haha. Karena ini: tebar pesona di kancah sepakbola, meskipun sekup antar kelas.

Pancaran jiwa olahraga yang menyala, tampaknya, adalah sinar yang menyorot menyilaukan mata wanita, hingga lelaki yang jago main bola menggocek untuk bikin jadi gila. Itulah sebabnya, pada saat itu, mereka (beberapa cewek anak kelas 1) tak malu untuk minta foto bareng bersamaku (bomber berbahaya milik kelas 2C), bahkan satu jepret mereka minta aku berfoto sendiri bak cover boy. Maka sepakbola pun bisa dijadikan sebagai alat komunikasi yang efektif untuk mendapatkan pacar. Ini juga barangkali yang ada di pikiran Mario Asep anak kelas 3IPSC saat pertandingan kelas 2C melawan kelas 3IPSC.

Sebagaimana satu judul di Mading Sekolah: Kelas 2C v Kelas 3IPSC Siapa yang Jadi Juara Grup? Ini pertanyaan yang memberi arti: kedua tim sudah sama-sama lolos, hanya mencari juara grup, bahkan poinnya pun sama, tapi jika seri Kelas 2C unggul selisih gol. Meskipun diprediksi pertandingan tak akan sepanas air dalam termos, tapi cewek-cewek (paling tidak) di masing-masing kelas tetap antusias.

Dan benar saja. Sesuai opini di artikel Mading Sekolah itu. Pertandingan berlangsung dalam tempo yang sedang-sedang saja, kelihatan permainan kedua tim lebih cenderung bermain hati-hati agar tak mendapatkan cedera untuk menyambut laga nanti di sistem gugur.

Tapi memasuki lima menit akhir pertandingan, ada situasi yang bahkan mungkin tak terpikirkan oleh penulis opini di Mading Sekolah. Yaitu: Saat Mario Asep bomber kelas 3IPSC tak ada angin tak ada hujan menahan bola umpan dengan dada, alih-alih lantas menggocek sistem pertahanan kelas 2C, ia malah terlihat mengambil jalan salah, ia menggiring bola sendirian tanpa pengawalan menjauhi gawang kelas 2C dan berangsur mendekati gawang kelas 3IPSC, sesampainya di sana ia tendang sekeras-kerasnya bola itu ke gawang sendiri, dan gol, lalu ia melakukan selebrasi dengan berlari ke arah penonton cewek kelas 2C sembari memperlihatkan kaus dalam bertuliskan 'ENENG ELLA AKU PADAMU' haha. Itu Mario Asep nembak cewek teman sekelasku, dengan cara gendeng seperti itu.

#Haha :D

Panjenengan silakan dibaca oge anu ieu: Menggoda Lawan yang Baperan.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon