Sunday, December 17, 2017

Sang Cowok Playboy Karena Pemain Bola

Tags

Embed from Getty Images
Pada satu hari aku pernah melihat Gabriel Engkus membonceng seorang gadis di jalan desa. Di hari lain, aku melihat Gabriel Engkus membonceng seorang gadis yang berbeda, meskipun di jalan yang sama. Di hari lain berikutnya, mencengangkan: aku melihat Gabriel Engkus membonceng bini orang di jalan desa tetangga haha. Dalam kurun waktu sebulan, Gabriel Engkus terlihat gonta ganti cewek yang dibonceng.

Jika aku memandang sebagai seseorang yang berburuk sangka terhadap sebuah situasi hubungan lelaki perempuan, di mana profesi Gabriel Engkus bukanlah tukang ojek, maka aku curiga Gabriel Engkus: cowok playboy. Saat itu Gabriel Engkus memang sedang berjaya, di turnamen sepakbola antar desa, komentator bola sering berseru. "Gabrieeelll, Gabrieeelll, Gabrieeelll..." Dijawab para penonton. "Engkussssssss!!!" Karena kerap menjadi super sub. Di sini, Gabriel Engkus menjadi sosok yang tenar sampai ke desa tetangga, berkat bermain bola.

Bukan rupawan yang ia andalkan, tapi ketenaran selaku pemain bola desa dan motor sebagai tunggangan, sehingga menjadikannya tampan secara keseluruhan. Sebagai lelaki, dari sana ia berhasil membangun kepercayaan diri: mendekati wanita ia jadi berani, bahkan bisa jadi wanita itu sendiri yang menghampiri.

Gabriel Engkus tak sendirian, meskipun bukan orang di kampung kami, tapi jauh di Eropa sana, di Italia dulu aku pernah membaca kabar bahwa Filippo Inzaghi dicap sebagai cowok playboy. Juga beberapa pemain bola lainnya yang bermain di daratan Eropa, yang kedapatan sering gonta ganti pacar.

Dibandingkan dengan para pemain bola di daratan Eropa, Gabriel Engkus tentu beda level, bahkan bagai bumi dan langit. Tapi bagaimana pun memiliki semangat yang sama: sebagai cowok playboy, karena kedapatan sering gonta ganti pacar, bahkan mungkin di saat yang sama punya lebih dari satu pacar. 

Salah satu gadis yang dibonceng Gabriel Engkus naik motor, Margaret Euis, kepada temannya (yang diketahui bernama Samantha Inah) pernah mengaku bangga bisa dibonceng oleh Gabriel Engkus. "Kau tahu siapa aku bukan, Samantha? Aku adalah kekasih pemain bola terkenal milik desa kita: Gabriel Engkus. Aku pergi ke warung belanja obat nyamuk, dapat diskon lima ratus perak."

Oleh pengakuan Margaret Euis itu, kita seperti diberi tahu: punya pacar pemain bola, bisa ikut tenar. Itu sebabnya pemain bola tenar, menjadi magnet tersendiri untuk menyeret wanita-wanita bergeser mendekat ingin ikut bersinar. Di sini, ada simbiosis mutualisme.

Tapi dialog antara Margaret Euis dan Samantha Inah itu belum selesei, masih ada lanjutannya. "Apa kamu bilang, Margareth?... Gabriel Engkus kekasih anda?... Oh tidak, Gabriel Engkus adalah kekasihku. Saat aku pergi beli kutang, boleh ngutang."

"Apa?"

"Iya."

Anda bisa bayangkan apa yang kemudian kedua wanita itu lakukan, dalam situasi seperti itu, aku pikir ini: terus saling jambak rambut mereka yang panjang dan kemerahan itu.

#OhTentuIniFiksiDanNgacaprakHaha :D

Panjenengan silakan dibaca oge anu ieu: Super Sub.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon