Wednesday, December 6, 2017

Roma 1 v 0 Qarabag 6 Desember 2017

Embed from Getty Images
asli tadi gak ada sinyal d sini lamaaaa, kayak mati lampu lamaaaa. kubaca: roma lolos dan jadi juara grup. alhamdulillah, laik lampu nyala.

#RomaRomaRoma :D

Satu status Facebook itu mengandung arti: aku tak nonton pertandingan Roma 1 v 0 Qarabag 6 Desember 2017 saat itu juga. Jadi kurasakan gelap untuk berbicara, tapi tidak setelah kulihat satu video highlights Roma 1 v 0 Qarabag di YouTube. Ini aku berbicara berdasarkan apa yang kulihat seperti itu.

Usai nonton di YouTube. Aku mendapatkan gambaran umum, dengan kata berbau spontanitas. "Diego Perotti mainnya bagus." Aku melihat, di beberapa adegan yang membahayakan gawang Qarabag, lakon Diego Perotti ada peran di situ, tak semuanya tapi terlihat dominan. Aku melihat ada peluang Manolas bermula dari umpan Perotti. Yang paling mencolok: tentu saja gol Diego Perotti pada menit ke-53. Proses terciptanya gol menarik: Diego Perotti menggiring bola menusuk mendobrak sistem pertahanan Qarabag dengan cara one two with Strootman, kemudian di kotak penalti ia umpan kepada Dzeko, Dzeko berhadapan dengan kiper Qarabag, tendangan Dzeko yang berdekatan mampu dibendung, bola hasil bendungan itu melambung tinggi ke udara, dan bola di udara itu lantas disambar oleh Diego Perotti dengan sundulan setengah melayang. Bermula dari kegagalan Edin Dzeko menceploskan bola itu. Memang kalau aku perhatikan, Edin Dzeko pada Roma 1 v 0 Qarabag memiliki beberapa peluang, tapi sayang.

Panjenengan silakan dibaca oge anu ieu: MEMBUKA PELUANG LOLOS ATLETICO 2 V 0 ROMA MENUNDA KELOLOSAN.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon