Friday, December 22, 2017

Patrik Schick Berpotensi Bikin Juventus Jantungan

Embed from Getty Images
Aku bayangkan, aku menjadi Patrik Schick penyerang yang mencari kecermelangan. Dari tanah Ceko di usia 20 tahun aku dibawa oleh Sampdoria ke tanah Italia, dalam rangka: bermain bola. Satu musim bersama tim medioker Sampdoria, geliatku menebarkan pesona yang menakjubkan di mata para raksasa Italia, salah satunya Si Nyonya Tua. Sebagai pemain muda bertalenta, tentu hidungku mengembang ketika tahu Si Nyonya Tua Juventus melakukan komunikasi transfer yang nyata untuk menjadikan diriku sebagai bagian daripadanya, dengan tangan terbuka aku menyambutnya untuk hengkang ke Juventus dari Sampdoria. Usai tiba, sebagaimana prosedur yang harus dijalankan adanya, hasil tes medis di Juventus yang menyatakan masalah jantung sebagai drama. Pada akhirnya aku harus berterima kasih kepada Roma, satu raksasa lainnya, yang menerima aku sebagai Gladiator Roma.

Imaji itu, tapi aku sebelumnya baca-baca dulu mengenai itu. Dari situ, pertandingan lanjutan Serie A Juventus v Roma Giornata 18, selain memang sudah panas karena persaingan perburuan Scudetto, tapi kasus Schick memberi warna termos lain: dendam Patrik Schick. Manusiawi: Patrik Schick ingin membuktikan diri bahwa pada saat tes medis itu Juventus telah salah mengambil keputusan, dengan permainan brilian bersama Roma yang berpotensi bikin Juventus jadi jantungan. Prediksi: curiga Patrik Schick sanggup melakukannya.

Apalagi mengingat pertandingan sebelumnya di Coppa Italia melawan Torino, sebagai seorang penyerang, Patrik Schick telah berhasil mencetak gol pertamanya untuk Roma di kancah resmi. Ini bisa jadi modal Patrik Schick untuk bisa bikin Juventus jantungan.

Setelah kurang lebih tujuh bulanan berkutat dengan masalah kebugaran fisik sehingga bikin Schick tak terlihat, tapi di beberapa pertandingan kita sudah bisa melihat, bagaimana Schick memainkan sepakbola bersama Roma tampak memikat (atau setidaknya sudah tampak daya pikat).

Bisa jadi kebijakan rotasi pelatih Di Francesco membuat Schick bermain tak sedari awal lawan Juventus, tapi kupikir justru itu yang akan bikin Schick menokak Juventus. Aku melihat beberapa pertandingan (yang belum mencapai sepuluh, tapi setelah bugar Schick rutin dimainkan) yang sudah dilakoni Schick bersama Roma, pernah jadi pengganti juga pernah jadi starter: Schick suka terlihat menindas di babak kedua. Jika melihat permainan Schick di Sampdoria, maka kita akan tahu bahwa ia adalah Super Sub. Akhirnya bayanganku sampai pada membaca surat kabar berbahasa Ceko dengan judul berita: Si Nyonya Tua Mulanya Jantungan Kemudian Terbunuh Super Sub Schick di Kandangnya Sendiri.

#Haha
#PsyWarJelangJuveRoma :D

Panjenengan silakan dibaca oge anu ieu: PATRIK SCHICK DAN PINOCCHIO.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon