Monday, December 4, 2017

Menolak Berjabat Tangan dan Nunung Derby

Tags

Embed from Getty Images
Dan terlihat Maxi Dadang menolak uluran tangan Mauro Tatang di laga lanjutan sepakbola antar kelas antara kelas 2D melawan kelas 2F. Saat aku masih bersekolah di SMA.

Berjabat tangan selalu dilakukan sebelum pertandingan dimulai, berbaris berjajar seperti usai menunaikan salat ied. Berjabat tangan sebagai simbol kesepakatan, meskipun di sana sebagai lawan tapi hanya sebatas di dalam lapangan, seusai laga kembali berkawan. Berjabat tangan bertautan dengan sportifitas. Di laga kelas 2D melawan kelas 2F Maxi Dadang menolak berjabat tangan dengan Mauro Tatang, pandangan langsung tertuju kepada: Nunung yang sedang duduk nonton di belakang pohon rambutan.

Seminggu yang lalu Mauro Tatang dan Nunung, digosipkan mereka telah jadian pacaran. Ada saksi mengatakan: bahkan Mauro Tatang mentato dadanya bertuliskan NUNUNG persis angka 212 Wiro Sableng, diukir pake spidol hitam. Yang mengukir tato NUNUNG pake spidol, saksi itu. Mauro Tatang dan Nunung berpacaran, termasuk mengejutkan, sebab Nunung waktu masih di kelas satu adalah pacarnya Maxi Dadang, dan Mauro Tatang adalah teman sebangku Maxi Dadang waktu masih di kelas satu. Mereka bertiga, saat di kelas satu, anak kelas 1E. Kelihatannya Mauro Tatang telah merebut Nunung dari Maxi Dadang, Nunung memilih sekelas dengan Mauro Tatang di kelas 2F.

Tontonan paling menarik dalam laga kelas 2D melawan kelas 2F, jadinya adalah Nunung Derby. Tiap Mauro Tatang mendapatkan bola di situ ada Maxi Dadang membayang, kebetulan posisi masing-masing di antara mereka mendukung, Maxi Dadang bek tengah sementara Mauro Tatang penyerang.

Beberapa kali terlihat Mauro Tatang dijatuhkan oleh Maxi Dadang, beberapa kali juga para penonton (barangkali kecuali anak kelas 2F) bersorak mendukung. Tapi terjatuhnya Mauro Tatang masih dalam batas kewajaran, sebagai bagian dari permainan, adapun tekel tapi Maxi Dadang melakukannya bersih. Hingga tragedi ini terjadi: Maxi Dadang menyikut punggung Mauro Tatang dari belakang di kotak penalti dalam situasi sepakan pojok untuk kelas 2F. Wasit melihat itu, sebagai: perbuatan buruk yang tak tulus. Maxi Dadang langsung kena kartu merah.

Usai pertandingan, wartawan Mading Sekolah bertanya kepada Maxi Dadang. "Kenapa anda melakukan perbuatan buruk yang tak tulus pada Mauro Tatang?"

"Ia menikamku duluan dari belakang," jawab Maxi Dadang.

#HahaBuatHiburan
#FotoTakAdaSangkutPautnyaDenganCeritaBohongDiAtasSelainSebagaiGambaranMenolakBerjabatTangan :D

Panjenengan silakan dibaca oge anu ieu: DARAH ROMAWI... DDR KAPTEN KAMI!

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon