Saturday, December 9, 2017

Mengapa Membeli Patrik Schick?

Embed from Getty Images
Aku membaca berita AS Roma di laman Football Italia dengan judul Monchi: Why Roma signed Schick… Tanggal 8 Desember 2017. Manakala kuselesei membacanya, ini bisa jadi bertautan dengan keherananku ketika mendengar Monchi mengincar Dani Ceballos di bursa transfer Januari (meskipun misal baru sebatas rumor). Ini pengetahuan mengenai: cara kerja Monchi sebagai direktur olahraga. Salah satunya.

Baca juga: Mengenal Dani Ceballos Meskipun Sekilas.

Di sana (yang dikatakan saat peluncuran buku 'Monchi') Monchi berkata. "Direktur olahraga harus dekat tak hanya dengan pelatih, tapi juga dengan klub. Dia harus melihat tak hanya masa kini, tapi juga masa depan."

Kita tahu Patrik Schick, pembeliannya termasuk rekor klub, atau dibeli mahal, tapi sejak dibeli Schick belum memberikan kontribusi yang sesuai harga dikarenakan malah berkutat dengan masalah fisik yang tak bugar (cedera). Sehingga memunculkan tanya: Mengapa membeli Patrik Schick?"

Lanjut Monchi. "Jika besok, kesempatan untuk mengontrak Dani Alves datang menghampiri, seperti saat saya berada di Sevilla, apa yang anda lakukan? Apakah anda tak menandatanganinya sebab anda sudah memiliki tiga pemain dalam peran itu? Ini harus disortir oleh direktur olahraga. Dia harus mengerti tak hanya yang diinginkan pelatih tapi juga klub. Saya yakin tak ada pelatih yang mengatakan 'tidak' kepada pemain bagus dan berbakat."

Baca juga: Transfer AS Roma bersama Monchi sejauh ini.

Kini aku mengerti atau lebih tepatnya ada bayangan, Monchi memikirkan juga masa depan. Kita tahu dahulu saat Monchi berada di Sevilla, ia berhasil mengontrak Dani Alves (yang pada saat itu sebagai pemain bagus, dan masih muda, dan berbakat), kemudian menghasilkan pundi-pundi uang bagi Sevilla karena dibeli mahal Barcelona. Pada saat ini, kelihatannya, feeling yang sama coba dipergunakan Monchi kala merekrut Patrik Schick (sebagai pemain bagus, dan masih muda, dan berbakat, juga berpotensi di masa depan tambah mahal kalau dijual di mana sebelumnya berpotensi unjuk gigi memberi prestasi bagi klub). Meskipun kita tahu, pada musim ini, sejak dibeli dari Sampdoria di bursa transfer musim panas kemarin, Patrik Schick malah kemudian didera cedera, tapi kita bisa melihat bagaimana Schick bermain di waktu yang singkat (karena kebugaran belum pulih benar) kelihatannya Schick bisa memberi cahaya manakala kondisi kebugarannya sudah fit seratus persen, setidaknya aku berpikir demikian. "Patrik Schick masih muda kawan, jika musim ini bakatnya tak termanfaatkan, maka masih ada musim depan."

Panjenengan silakan dibaca oge anu ieu: Sepuluh Menit Patrik Schick.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon