Sunday, December 10, 2017

Manchester United 1 v 2 Manchester City 10 Desember 2017: Seperti Membaca Novel Seru

Embed from Getty Images
Aku menonton pertandingan lanjutan Liga Inggris: Manchester United 1 v 2 Manchester City 10 Desember 2017. Derby Manchester. Kusaksikan jam setengah duabelas malam melalui chanel RCTI, sambil tiduran manja di sofa sementara pandangan ke arah televisi. Di sini, aku memposisikan diri sebagai penonton netral.

Selesei menontonnya. Aku mendapatkan gambaran begini: Seperti Membaca Novel Seru. Terdiri dari beberapa lembaran: kedua pelatih yang berlawanan pemikiran, terciptanya gol, ketatnya permainan, pergantian pemain, memperlambat waktu main, dan bola out berkali-kali. Maka lembaran-lembaran itu kubaca, terkesan: seru.

Jose Mourinho pelatih Manchester United melawan Josep Guardiola pelatih Manchester City. Ini dua ide yang berbeda tersaji di lapangan, hampir semua penggila bola pada tahu, bahwa (ini secara garis besarnya) Jose Mourinho lebih cenderung bermain pragmatis sementara Josep Guardiola lebih cenderung bermain erotis. Terlihat sebelum terciptanya gol: Manchester City cenderung bermain lebih dominan menyerang, sementara Manchester United lebih banyak menunggu. Tapi situasi tersebut menimbulkan pelbagai peluang, baik yang diciptakan oleh Manchester United maupun oleh Manchester City, barangkali Manchester City terlihat lebih banyak.

Akhirnya terciptalah gol, pada menit ke-43 melalui David Silva. Bermula dari sepakan pojok. Tendangan sepak pojok itu berhasil ditanduk oleh Lukaku dengan maksud membuang, tapi malah jadi seperti mengumpan David Silva, bola buangan Lukaku itu lalu dihajar dengan tendangan setengah melayang oleh David Silva.

Tapi tak bertahan lama. Pada menit injury time babak satu, atau pada menit ke-45+2 Manchester United berhasil menyamakan kedudukan melalui gol yang dicetak oleh Marcus Rashford. Bermula dari umpan panjang jauh ke jantung pertahanan Manchester City, Delph (pemain nomor 18. Manchester City) tak berhasil mengamankan bola umpan itu padahal dalam situasi yang termasuk gampang distop, sehingga sampailah ke arah Rashford yang bak berlari dari belakang kemudian mensontek bola itu hingga menggetarkan jala gawang Manchester City.

Babak satu, Manchester United 1 v 1 Manchester City. Di studio RCTI, ada Lolita dan Bung Ma'ruf, tentu ada iklan juga. Dan aku memutuskan untuk buka Facebook sejenak untuk memberi Like status berenergi positif beberapa teman hehe (Contoh status Facebook yang kumaksud: Alhamdulillah, tetap bersyukur, meskipun malam ini cuman makan dengan petai. Haha).

Babak dua berlanjut. Kupikir ini lebih seru, apalagi setelah tercipta gol kedua bagi Manchester City yang dicetak oleh Nicolas Otamendi pada menit ke-54. Benar prediksi Bung Ma'ruf saat ditanya Lolita, bahwa Manchester City akan menambah gol di babak kedua. Bermula dari tendangan bebas, bola meluncur ke mulut gawang Manchester United tapi ditepis oleh tendangan Lukaku bermaksud dibuang jauh ke tengah, sayangnya bola buangan Lukaku itu membentur pemain Manchester United sepencaran pagar betis, sehingga bola liar di mulut gawang De Gea, bola liar itu dengan gesit disambar oleh Otamendi dengan tendangan sambil menjatuhkan diri (seperti melakukan gerakan tekel sambil menjatuhkan diri), dan gol. Ini kalau direnungkan, gol Manchester City, dua-duanya: bermula dari bola buangan Lukaku yang berujung ancaman, dan lalu terbunuhlah.

Setelah Manchester City dalam keadaan unggul, dilihat dari pergantian pemain, aku merasa Josep Guardiola telah berubah, ia mengganti penyerang (Gabriel Jesus) dengan bek tengah (Mangala, pemain no. 15), ia mencoba main aman. Di sisi lain, Jose Mourinho mulai terlihat mau memainkan sepakbola menyerang, dengan menurunkan Zlatan Ibrahimovic, juga gelandang serang yang lebih segar Juan Mata. Ini jadi terlihat kontras dengan awal-awal babak pertama sampai terciptanya gol yang pertama, tapi tetap, beberapa peluang dapat tercipta oleh kedua tim. Secara ide saja yang berganti.

Baca juga: ROMA DI FRANCESCO DAN BARCA GUARDIOLA.

Para pemain Manchester City kemudian lebih cenderung memperlambat waktu, dan ini justru jadi menarik dari sudut pandang penonton netral apalagi pendukung Manchester City ketika melihat pemain City yang diganti jalannya perlahan-lahan (mulai bermain drama nih). Terdengar ada gemuruh juga di antara langkah kaki itu. 

Sementara Manchester United gencar menyerang dan menciptakan beberapa peluang, bahkan ada satu peluang yang bikin waduh pendukung Manchester United, dari Juan Mata, bermula dari bola rebound (yang sebenarnya ini juga waduh tak jadi gol), disambar Juan Mata tapi dengan reaksi yang bagus Ederson Moraes (kiper Manchester City) berhasil menepisnya. Peluang Manchester United itu bikin kiper Manchester City membutuhkan perawatan: akibat bola yang membentur di bagian antara dada dan leher, yang kemudian menghasilkan bola rebound). Tapi Manchester City pun masih mendapatkan beberapa peluang, dari serangan balik. Mendekati akhir pertandingan, laga diwarnai dengan bola out berkali-kali, sebab pemain Manchester City seperti sengaja membikin bola itu biar out atau biar jadi sepakan pojok, yang kemudian mengundang tawa bahagia bagian tribun yang dipadati oleh para pendukung Manchester City. Hasil akhir: Manchester United 1 v 2 Manchester City.

Panjenengan silakan dibaca oge anu ieu: Menolak Berjabat Tangan dan Nunung Derby.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon