Friday, December 15, 2017

Godaan Menduetkan Schick dengan Dzeko

Dzeko Schick Roma
Photo: topsy.one
Di tiap pertandingan yang membutuhkan kemenangan, pelatih kelihatan memerlukan variasi lain dalam melakukan serangan, agar serangan tak berlangsung monoton, lalu tercapai apa yang menjadi tujuan. Ini aku berbicara mengenai contohnya: pertandingan melawan tim medioker di kancah Liga Italia Serie A, tapi sudah memasuki menit enampuluhan atau tujuhpuluhan kedudukan masih imbang. Maka punya plan lain: keberuntungan.

Duet Schick-Dzeko berpotensi menciptakan keberuntungan. Dalam Chievo 0 v 0 Roma 10 Desember 2017 yang lalu, aku mencium aroma itu. Meskipun realita tak terjadi, tapi itu baru dimainkan sekali, juga masih bukan dalam bentuk duet, Schick saat itu berganti jadi bermain melebar ketika Dzeko masuk di babak kedua. Maksudku berduet: Schick sebagai Second Stiker (SS) dan Dzeko sebagai Center Forward (CF). Bisa dalam modul: 4-4-2 atau 4-3-1-2 atau 3-5-2. Keberuntungan tercipta karena dilakukan bertubi-bertubi. Bertubi-tubi bisa diartikan sebagai: sering dikondisikan. Dan pengkondisian menduetkan Schick dengan Dzeko seperti jentikan mata perempuan: godaan.

Patrik Schick punya teknik untuk menjadi penyerang bayangan. Ia berpotensi menciptakan kegaduhan di sistem pertahanan lawan. Bisa kemudian memberi umpan kepada penyerang murni, bisa juga lansung tendang ke arah gawang yang menusuk seperti belati. Potensi itu sudah dapat dilihat, bukan hanya di satu pertandingan yang ia main penuh tapi juga di dua pertandingan yang singkat, apalagi mengenai melakukan tendangan dari jarak jauh yang berkelebat.

Baca juga: Mentari Pagi Patrik Schick.

Sementara Edin Dzeko, potensinya sebagai penyerang murni sudah tak diragukan, meskipun pada musim ini menjelang dua bulanan separuh musim, mengenai pundi gol sempat mengalami puasa, atau seperti tersendat, tapi Dzeko secara tim berkontribusi. Nah, justru, Schick yang sudah bugar dan di pertandingan ia main penuh seperti memberi mentari, ditambah mengenai data itu (Dzeko yang golnya seperti tersendat), ini tak ubahnya lelaki jones melihat perempuan cantik berbusana atasannya tampak membuntang: godaan. Bisa dalam bentuk karena konsentrasi pemain bertahan lawan dibuyarkan oleh sang penyerang bayangan Schick sehingga sang penyerang murni Dzeko tanpa pengawalan, sebagai taktik lain. Itu dia: Godaan menduetkan Schick dengan Dzeko.

#Hehe :D

Panjenengan silakan dibaca oge anu ieu: Pertandingan Ke-9.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon