Sunday, December 3, 2017

DARAH ROMAWI... DDR KAPTEN KAMI!

Darah Romawi De Rossi
Photo: Il Messaggero - Sport
Di Roma 3 v 1 SPAL 2 Desember 2017 terlihat Curva Sud membentangkan spanduk bertuliskan: SANGUE ROMANO... DDR NOSTRO CAPITANO! Aku Google Translet: Darah Romawi... DDR Kapten Kami! Ini bertautan dengan tragedi De Rossi menampar Lapadula di Genoa 1 v 1 Roma 26 November 2017. Atas situasi itu (De Rossi menampar Lapadula): De Rossi kena skorsing dua laga. Dikutip dari Football Italia, Lega Serie A menyatakan (mengacu pada situasi De Rossi menampar Lapadula) bahwa De Rossi bersalah atas: "Perbuatan buruk yang tak tulus."

Baca juga: Genoa 1 v 1 Roma 26 November 2017 Dan Penggambarannya.

Tak menunggu lama (sebagaimana dikutip dari laman resmi AS Roma), De Rossi langsung minta maaf. "Aku meminta maaf kepada rekan-rekan setim, pelatih, dan para penggemar. Aku amat menyesal."

Baca juga: DE ROSSI: AKU SUDAH MINTA MAAF.

Daniele De Rossi: DDR. Sosok yang suka terlihat memiliki Fighting Spirit: gelora, gairah, energi, antusiasme, daya hidup, nyawa, juga nafsu. Bikin kaget yang nonton pertandingan Genoa 1 v 1 Roma: Kapten De Rossi tertangkap kamera menampar Lapadula dalam duel ketat di kotak penalti saat Genoa mendapatkan sepakan pojok. Apalagi orang-orang yang mencintai Roma, mengingat sebelum tamparan De Rossi pada Lapadula terjadi, Roma sedang dalam keadaan unggul, di tengah situasi permainan berlangsung dalam tempo sedang-sedang saja, dan laga sudah memasuki babak kedua. "Perbuatan buruk yang tak tulus" itu telah merugikan tim (pada pertandingan itu kapten De Rossi mendapatkan kartu merah dan Genoa mendapatkan gol penalti), ironisnya kapten kami yang melakukannya.

Luapan kali pertama, memaki begini: anda tak layak menjadi Kapten Kami! Ini memang agak berlebihan, tapi masih batas kewajaran. Tapi jika emosi itu dipelihara, tanpa menoleh ke belakang apa yang telah dilakukan oleh Daniele De Rossi untuk Roma, maka nafsu ini menjadi kelewatan. Curva Sud memberi contoh yang elegan: bentangan spanduk dukungan kepada DDR. Darah Romawi aku artikan sebagai Fighting Spirit dari anak asli kota Roma: gelora, gairah, energi, antusiasme, daya hidup, nyawa, juga nafsu. Fighting Spirit yang didedikasikan untuk Roma, yang selama ini telah dilakukan oleh Daniele De Rossi, peristiwa De Rossi menampar Lapadula hanya riak kecil yang sudah bisa terhapuskan oleh kata maaf. Bahkan, Lapadula sendiri (ini sebagai korban, sekaligus ini juga kalau aku tak keliru), dengan komentarnya seperti mengejek wasit yang berhasil ia perdayai dengan perbuatan berlebih menutup muka sambil berguling-guling di tanah rumput: tak ada yang terjadi (atau masalah) dengan Daniele.

DARAH ROMAWI... DDR KAPTEN KAMI!

Panjenengan silakan dibaca oge anu ieu: MUKA KEKECEWAAN.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon