Friday, December 15, 2017

Situasi Cengiz Under Menjelang Jendela Transfer di Bulan Januari

Embed from Getty Images
Aku baca berita AS Roma di laman berbahasa Italia pagineromaniste.com dengan membawa kegelisahan hati. Aku tahu bursa transfer musim dingin jendelanya akan segera terbuka di bulan Januari.

Wahai, Cengiz Under yang bertalenta
Kau muda, butuh bercahaya
Kau muda, butuh jam terbang lama
Kau muda, jadilah Mustafa

Pemuda Turki, tentu tahu sejarah Khilafah Turki Utsmani. Mustafa Kemal bukan yang mengubah Turki, tapi memang abad duapuluh orang menyadari tentang perlunya Demokrasi (pengetahuan mengenai Mustafa Kemal ini kuketahui dari membaca Caping Tempo Goenawan Mohamad judulnya Turki). Sengaja, aku mencatut nama besar Caping Tempo Pak Goenawan Mohamad, biar syair itu terkesan berbobot, aku memang pengagum berat tulisan-tulisan Pak Goenawan Mohamad di Caping Tempo, bahkan mencoba untuk menirunya meskipun tak kesampaian (secara keilmuan dan segala rupanya haha).

Hingga tibalah aku pada artikel berjudul: L'agente di Under a PR: "Non ci sono sviluppi di mercato al momento. Sta lavorando duro per adattarsi." Tayang 14 Desember 2017. Dengan bantuan Google Translet, tentu, aku bisa mengetahui apa isi artikel itu.

Tim editorial Pagineromaniste.com menghubungi Agen Cengiz Under yang diketahui bernama Omer Uzun, di tengah situasi permainan Cengiz Under bersama Roma yang tak melesat tinggi bak roket sehingga bikin penggemar AS Roma tak terlalu dibikin terpukau oleh pemuda Turki itu yang sempat digadang-gadang sebagai Paulo Dybala dari Turki. Di sana, Omer Uzun, memberi penerangan. "Dia (Cengiz Under) bekerja keras untuk beradaptasi dengan tim, bahasa dan kehidupan."

Bisa jadi benar, penyebab permainan Cengiz Under tak melambung, karena faktor ini: adaptasi. Pelatih Di Francesco pernah berkata. "Sepakbola Italia berbeda dengan sepakbola Turki." Adaptasi itu yang kemudian bikin jam terbang Cengiz Under di Roma, menjadikannya nomor dua, di antara para pemain lain yang seposisi dengan dirinya. Anda tahu Paulo Dybala, sebelum bermain di Juventus, terlebih dahulu ia berkembang di Palermo. Memang Argentina berbeda dengan Turki, di sini Cengiz Under harus berjuang lebih keras, untuk menaklukan tanah Italia.

Lalu Omer Uzun ditanya mengenai rumor pertukaran peminjaman antara Cengiz Under dengan Matteo Politano, dan ia jawab. "Tak ada perkembangan dalam aspek ini, saya membaca dari surat kabar. Dia baik-baik saja di Roma."

Pertukaran peminjaman antara Cengiz Under (20 tahun, berkebangsaan Turki) dan Matteo Politano (24 tahun, berkebangsaan Italia) dari Sassuolo menjadi dilematis, kurasakan (aku sebagai penggemar AS Roma, dan pemain idola telah menunjuk Cengiz Under). Kita tahu, Politano mantan anak didik Roma, atau menghabiskan karir mudanya di AS Roma, juga di Sassuolo ia pernah dilatih pelatih Di Francesco (dengan mengabaikan data mengenai Defrel yang juga pernah dilatih pelatih Di Francesco saat di Sassuolo), dipertegas dengan melihat permainan Politano meskipun sekilas di YouTube. Profil Politano itu bikin aku jadi begini: berkompromi. Aku melihat permainan Politano tak ubahnya Under secara skill, membaca lebih unggul: Politano lebih faham sepakbola Italia ketimbang Under. Jadi: bila pertukaran ini tercipta, bila aku mau terbuka, maka ini akan bagus untuk Roma. Hasrat melihat Roma juara diakhir musim, lebih besar bersemayam. Tapi andaipun tak jadi, demikian tak melukai hati.

Panjenengan silakan dibaca oge anu ieu: Enampuluh Empat Menit Cengiz Under Memberi Angin Segar.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon