Tuesday, December 5, 2017

Bergurau Saat Berjabat Tangan

Tags

Embed from Getty Images
Meskipun di dalam lapangan berkaustim berbeda, tapi di luar lapangan terkadang ia adalah teman lama. Dan aku pernah mengalami situasi itu, di dalam pertandingan sepakbola antar desa. Di tim desa tetangga: ada bekas teman SD, malahan dulu ada yang pernah sebangku. Apa yang terjadi: terkadang aku dan dia suka bergurau.

Gurauan 1

"Itu rambut dipangkas di mana?" Tanyaku sambil menjabat tangannya.

"Aman Salon dong," jawabnya. Menyebut Aman Salon. Aman Salon adalah tempat pangkas di desaku. Jawabannya mengandung arti: di desanya belum ada tempat pangkas.

"Haha. Kayak landak pengin kawin."

"Haha."

Baca juga: MENIRU GAYA RAMBUT TOTTI TAHUN 2004.

Gurauan 2

"Udah makan dulu bala-bala?" Tanyaku. Teringat: ia yang mulas pengin buang air besar gara-gara makan bala-bala satu tapi sambal gowangnya dua sendok, nyaris Pup di celana untunglah keburu sampai di sungai dekat sekolah.

"Emang kenapa?"

"Biar kayak Popeye maennya."

"Haha."

Gurauan 3

"Awas nanti pas maen bola jangan kentut!" Teringat: ia yang suka tiba-tiba kentut pas melihat guru olahraga yang galak.

"Haha."

"Jangan ketawa, ini serius!"

"Entar wasit yang aku kentutin."

"Haha."

Gurauan 4

"Jangan bilang sama bapak kau kalau nanti ditekel, lho ya!" Teringat: dulu ia pernah lapor ke bapaknya gara-gara diperostin celananya rame-rame.

"Haha."

"Haha."

Gurauan 5

"Terlihat makin ganteng aja."

"Iya dong."

"Kayak Mario Balotelli."

"Haha."

Baca juga: MERINDUKAN SEORANG ITALIANO.

#Wkwkwkwk :D

Panjenengan silakan dibaca oge anu ieu: Menolak Berjabat Tangan dan Nunung Derby.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon