Friday, December 22, 2017

Balotelli yang Perlente dan Diputusin Pacar Karena Merayakan Gol Setengah Telanjang

Embed from Getty Images
Anda ingat Mario Balotelli yang perlente di UEFA EURO 2012 Semi Final Italy 2 v 1 Germany: mencetak dua gol untuk kemenangan Italia atas Jerman. Proses terciptanya gol dua-duanya laik mendapatkan uplaus. Gol pertama, dicetak melalui sundulan yang mencocol hasil umpan Cassano dari sayap kiri. Gol kedua, dicetak dengan tendangan cukup jauh di luar kotak penalti (dan atau berdekatan dengan garis kotak penalti), setelah berhasil melepaskan diri dari jebakan offside, tendangan Balotelli itu terlihat menghantam. Yang unik adalah selebrasi gol kedua: setelah tendangan kerasnya berhasil menggetarkan jala gawang Balotelli seperti tak berpikir lama untuk kemudian membuka baju memperlihatkan kegagahan diri dengan gaya seorang binaraga memperlihatkan otot bagian dada. Pada saat itu, oleh Italy, Germany hanya diberi gol penalti sebagai hiburan (tentu ini menurut sudut pandangku semata haha), dan Balotelli laik disebut aktor utama seumpama itu laksana film.

Ingatan itu menyeruak tiba-tiba manakala kuterkenang Mario Asep di kancah sepakbola antar kelas, dahulu saat aku masih anak SMA kelas dua. Alasan aku ingin mengenang Mario Asep: karena ingin bahagia. Ada hal yang lucu di sana. Dan akan kucoba mengingatnya.

Mengenai Mario Asep harap baca ini: Sepakbola dan Wanita.

Kurang lebih sebelas tahun dari selebrasi gol buka baju yang dilakukan oleh Mario Balotelli saat menaklukan Jerman di Semi Final Euro 2012, Mario Asep sudah melakukannya ke gawang kelas 2C. Pada saat itu, kelas 2C kembali bertemu dengan kelas 3IPSC di Semi Final, setelah di babak penyisihan satu grup.

Kami, pasukan kelas 2C, menatap dengan optimis, bahwa kami bakalan sampai di pertandingan Final, barangkali begitu juga dengan kelas 3IPSC, sehingga laga Semi Final ini berlangsung sengit, dan ditonton oleh hampir semua siswa-siswi satu sekolahan, Eneng Ella pacar Mario Asep sudah pasti tampak hadir sebab Eneng Ella adalah suporter kelas 2C.

Statistik berbicara di babak satu, kami unggul posesion, dan melancarkan tendangan on target sebanyak delapan kali, termasuk empat di antaranya olehku selaku bomber berbahaya milik kelas 2C, dan satu tendanganku membentur tiang gawang. Di sana, Mario Asep dan kawan-kawan lebih banyak menunggu untuk kemudian menggencarkan serangan balik, tendangan on target mereka sebanyak empat kali, satu di antaranya dilakukan oleh Mario Asep yang tendangannya melambung tinggi jauh dari tiang atas gawang. Dan hasil babak satu: kacamata.

Sebagaimana babak satu, begitu juga di babak dua, kami tetap mendominasi jalannya pertandingan dengan membangun serangan, sementara mereka tetap menunggu. Kalau aku renungkan, pada saat itu, permainan kami dan mereka, lebih condong udaranya seperti Roma v Torino 20 Desember 2017 di Coppa Italia, bedanya barangkali di babak satu tadi tak ada gol. Barulah di babak kedua, dalam sekali serang mereka mendapatkan sepakan pojok, pada menit ke-52, dari situ Mario Asep berhasil menyundul umpan itu sehingga melencengkan arah bola ke dalam gawang kami, dan gol. Mario Asep memang merayakan selebrasi gol, tapi tak berlebihan, hanya berlari ke arah pemain yang nendang sepakan pojok, lalu mereka berpelukan.

Kapten kami berteriak agar kami tetap semangat. Dan memang gol pertama Mario Asep bikin kami kemudian terlecut, untuk melakukan gempuran seperti angin ribut. Tapi di sana, sejak gol pertama Mario Asep tercipta, mereka bagai menerapkan taktik parkir bus, bikin serangan kami sulit tembus. Mereka hanya menaruh Mario Asep di depan, seperti sedang berjualan gorengan oncom sendirian. Hingga di menit ke-85, satu bek tengah mereka berhasil mengamankan bola, seolah melihat ada peluang umpan, ia umpan panjang jauh ke depan, nendangnya seperti sembarang seolah mau buang jauh ke depan tapi sayangnya bola meluncur jadi terukur mendekati gawang kami, Mario Asep berhasil meloloskan diri dari jebakan offside dan kemudian adu lari mengejar bola itu, dengan sekali sentuhan lantas Mario Asep nendang seolah sekenanya tapi hasilnya bola itu meluncur deras membentur tiang atas lalu jatuh masuk ke dalam gawang. Untuk selebrasi gol yang kedua ini, Mario Asep bagai bingung mau melakukan selebrasi seperti apa, sebab ia sendiri seperti tak menyangka bakalan gol, membuka baju hingga bertelanjang dada seperti tak terpikirkan tapi ia lakukan sambil memunggungi suporter kelas 2C, persis selebrasi gol kedua Mario Balotelli di Semi Final Euro 2012 melawan Jerman. Di waktu tersisa, kami tak berdaya, hasil akhir: Kelas 2C 0 v 2 Kelas 3IPSC. Kelas 3IPSC yang masuk babak final.

Seusai pertandingan itu, sekitar sehari kemudian, aku dengar teman sekelasku Eneng Ella memutuskan hubungan pacaran dengan Mario Asep, kabar itu bikin aku kaget. "Kalah menang dalam sepakbola wajar Eneng Ella, kami para pemain menerimanya dengan ksatria, bahwa mereka layak menang. Dan kakak kelas kita Mario Asep, telah bertindak secara benar, dengan bermain profesional membela kelasnya. Masak, gara-gara cetak gol ke gawang kita, kamu putusin Mario Asep."

"Bukan begitu..." Jawab Eneng Ella.

"Lalu alasannya apa?" Tanyaku penasaran.

"Punggung Mario Asep panuan."

"Haha."

#Haha :D

Panjenengan silakan dibaca oge anu ieu: Roma 1 v 2 Torino di Coppa Italia dan Satu Kerat Rendang.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon