Monday, November 20, 2017

SAMPDORIA 3 V 2 JUVENTUS GIORNATA 13 DAN BULLY DI DALAMNYA HAHA

Tags

Embed from Getty Images
Dua orang berbincang saat berteduh hujan turun. Dalam lakon kekalahan Juventus.

Tono: Semalam Juventus kalah Jon lawan Sampdoria tiga dua.

Jono: Malahan Sampdoria sempat unggul dulu tiga kosong.

Tono: Dan Juventus memperkecil ketinggalan pada menit-menit akhir.

Jono: Itu juga satu, penalti Ton.

Tono & Jono: Haha.

Menarik kayaknya mengulas ini: kekalahan Juventus haha.

Ini terjadi di Giornata 13 Serie A: Sampdoria 3 v 2 Juventus. Aku tak menonton secara langsung, tapi aku nonton tayangan highlight di YouTube: video yang berdurasi empat menit lebih. Dan aku akan berbicara berdasarkan data dari sana.

Aku curiga Juan Cuadrado bisa saja kena bully oleh orang-orang yang menggemari Juventus, ketika pemain bernomor punggung 7. itu mendapatkan peluang, memang sudutnya sempit, tapi ini nada bully-annya yang cocok: harusnya Cuadrado nendang pake kaki kiri, nah ini malah pake kaki kanan, ya sulit, ah piye. Ini terjadi di babak satu, memang harus diakui terlihat Juventus tampil ada beberapa peluang tapi sayang penyeleseian akhir bikin penggemar Juventus tepuk jidat. Babak satu, kosong-kosong.

Lalu yang kena bully berikutnya adalah Stephan Lichtsteiner (kalau aku tak salah lihat). Ketika gol pertama Sampdoria tercipta. Di babak kedua, pada menit limapuluhdua, melalui penyerang Sampdoria Duvan Zapata. Sebelum bola itu bersarang di gawang Juventus, terjadi duel di udara antara Lichtsteiner dengan Zapata, dan Lichtsteiner terlihat kalah body, sehingga bisa saja bikin penggemar Juventus jadi ketus: Badannya dibesarin dong Lichtsteiner, banyakin makan daging sapi haha.

Kiper Juventus pada saat itu bukan Gianluigi Buffon, tapi Wojciech Szczesny. Nah, Szcnzesny inilah yang bakalan kena bully selanjutnya, karena gol kedua Sampdoria yang dicetak oleh Lucas Torreira pada menit tujuhpuluhsatu. Tendangan dari luar kotak penalti Torreira tak mampu diselamatkan oleh Szczesny. Nada bully-nya bisa saja: ah piye kipernya mosok tendangan gitu aja ndak sanggup ditepis, masih kalah jauh sama Superman haha.

Tak lama dari gol kedua itu, gol ketiga untuk Sampdoria kembali bersarang di gawang Juventus, pelakunya adalah Gian Marco Ferrari pada menit tujuhpuluhsembilan. Ferrari enak tingal ceplosin bola itu ke gawang, bermula dari kemelut di kotak penalti Juventus, Ferrari dapat umpan dari sisi kiri, dan gol. Ini yang kena bully Juventus secara utuh: ah piye Juventus Juventus haha.

Memang, bolehlah diberi penekanan, Juventus lalu semakin gencar menekan, tapi (sebagaimana tadi sudah diungkap) bahwa peluang-peluang Juventus bermasalah di penyeleseian akhir. Hingga pada menit sembilanpuluhtambahsatu (ini artinya sudah memasuki injury time) Juventus mendapatkan 'keberuntungan' karena ada pemain Sampdoria yang tak sengaja menendang kaki pemain Juventus (kalau dilihat dari tayangan ulang, ini memang berbahaya, tapi tak ada niat dari pelaku), lalu titik putih pun ditunjuk oleh wasit: gol pertama untuk Juventus melalui tendangan penalti, oleh Gonzalo Higuain.

Pada menit sembilanpuluhtambahempat Paulo Dybala (yang masuk sebagai pemain pengganti) melakukan penetrasi melewati beberapa pemain dari sisi kanan kemudian melepaskan tendangan menyasar dari jarak yang cukup jauh (ngepas dengan garis kotak penalti kelihatannya) alhasil gol kedua bagi Juventus.

Dan aku curiga, jika saja waktu injury time tambahannya limabelasmenit, maka boleh jadi Juventus akan membalikkan keadaan jadi: Sampdoria 3 v 4 Juventus haha. Tapi pada kenyataannya tidak begitu, skor akhir fakta: Sampdoria 3 v 2 Juventus.

Panjenengan silakan dibaca oge anu ieu: Mengulas Tendangan Penalti Dybala dalam Juventus Lazio Giornata 8.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon