Sunday, November 19, 2017

Roma v Lazio 19 November 2017

Embed from Getty Images
Laga Derby della Capitale Roma v Lazio 19 November 2017 yang keluar sebagai sang penguasa ibu kota adalah: AS Roma. Dengan skor: Roma 2 v 1 Lazio. Semua gol tercipta, di babak kedua.

Tapi di babak pertama meskipun tak tercipta gol, benturan-benturan khas derby sudah tersaji, seandainya saja tak ada ribut-ribut (meskipun berenergi kecil), aku pikir di babak pertama berlangsung ini: bikin bete. Roma tampil terbuka mendominasi permainan, tapi Lazio bersikap tertutup untuk kemudian menggencarkan serangan balik. Di babak pertama, catatanku adalah: meskipun Roma tampil menyerang tapi kurang menggigit, sementara Lazio tampil berfokus pada serangan balik cepat.

Barulah di babak kedua, kurasakan pertandingan berlangsung seru, apalagi (tentu saja benar) ketika gol pertama bagi Roma tercipta: Aleksandar Kolarov melakukan penetrasi di kotak penalti dan lalu dijatuhkan, wasit menunjuk titik putih, dengan kalem Diego Perotti menendang penalti itu. Catatanku untuk gol pertama ini: bermula dari sang mantan (dalam sudut pandang Lazio, tentu saja, haha). Oh ya, hampir lupa, gol yang diciptakan Perotti ini bikin Bastos (bek tengah Lazio) menggigit telapak tangannya sendiri (serius tertangkap kamera).

Baca juga: SUDAH NGGAK SABAR PENGIN DDC SEGERA.

Tak lama dari itu, Radja Nainggolan menambah kemuraman muka kubu lawan, dengan gol yang ia ciptakan (gol kedua bagi Roma): melalui tendangan menyasar dari luar kotak penalti (tapi entah berada di dalam kotak penalti, yang pasti jarak tendang agak jauh dari kiper Lazio). Catatanku untuk gol kedua ini: (secara kesuluruhan sebenarnya) permainan Radja Nainggolan begitu prima, padahal sebelum pertandingan gelandang tengah Belgia (keturunan Indonesia) itu sempat diragukan turun bermain akibat cedera. Dan aku lupa-lupa ingat: gol kedua ini bikin Bastos menutup mukanya, kalau tak salah.

Sementara gol yang dicetak oleh Lazio adalah karena dibantu teknologi. Bermula dari keraguan wasit terhadap situasi Kostas Manolas yang mengamankan bola di kotak penalti apakah dengan tangan apakah dengan bahu. Kulihat wasit berlari ke pinggir lapangan untuk menyaksikan video tayangan ulang,ketika wasit kembali ke lapangan, wasit menunjuk titik putih, lalu Immobile sukses mengonversi 'bantuan teknologi' itu dengan tendangan penalti yang ia lakukan.

Persinggungan terlihat membesar memanas ketika skor sudah Roma 2 v 1 Lazio. Yang paling kuingat adalah ketika Immobile yang melakukan tusukan seperti orang mabok kendaraan, di mana penyerang Lazio itu terkepung oleh beberapa pemain Roma, dan ia melakukan upaya menjatuhkan diri dengan sambil mengait leher Bruno Peres (bek kanan Roma yang kala itu masuk sebagai pemain pengganti) hingga Bruno peres pun terjatuh. Lalu Fazio menghampiri Immobile, tak lama itu Immobile dikerumun para gladiator.

Tambahan waktu injury time enam menit, tapi itu tak bikin skor akhir berubah, tetap solid setelah itu (setelah gol Lazio berbau dibantu teknologi haha): Roma 2 v 1 Lazio. Grazie Roma!

Panjenengan silakan dibaca oge anu ieu: BETE DAN PERMAINAN LAZIO SIMONE INZAGHI.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon