Sunday, November 19, 2017

RADJA NAINGGOLAN YANG PERKASA

Embed from Getty Images
Baru juga melihat permainan Radja Nainggolan sekitar sepuluh menit awal dalam laga Derby della Capitale Roma v Lazio 19 November 2017, aku langsung dibikin terkejut: bukan main Radja Nainggolan maennya terlihat begitu prima.

Keterkejutanku tentunya beralasan: karena sebelumnya aku membaca kabar bahwa sebelum pertandingan kick off gelandang tengah berkebangsaan Belgia (keturunan Indonesia) itu tidak fit seratus persen. Terbaca kabar tersirat: pelatih Di Francesco tak berani memainkan Radja Nainggolan bermain dari awal di DDC jika pemulihan (dari cedera yang sempat dialami) Radja Nainggolan paling tidak mesti mencapai sembilan puluh persen.

Pelatih Di Francesco menyadari (sebagai yang dahulu pernah bermain untuk AS Roma) arti penting tentang pertandingan derby della capitale, dan ia amat membutuhkan sosok gelandang tengah seperti Radja Nainggolan untuk melawan Lazio, sekaligus hasrat Radja Nainggolan sendiri yang ingin bermain di laga DDC (memakai bahasa metafor): meskipun dengan satu kaki. Dan ternyata: pelatih Di Francesco memainkan Radja Nainggolan dari awal.

Betapa pun kabar itu tak bisa dipungkiri (belum pulih benar seratus persen), dan apa yang dilakukan Radja Nainggolan saat bertanding dalam pertandingan itu, satu kata ini: Radja Nainggolan yang perkasa. Terlihat tampil begitu prima dan bersemangat (bahkan ada adegan, samar-samar yang masih kuingat: Radja Nainggolan dijatuhkan dengan keras oleh kalau tak salah kapten Lazio Lulic). Dipertegas dengan: Radja Nainggolan berhasil menyumbang satu gol dalam laga itu (yang berkesudahan Roma 2 v 1 Lazio).
Embed from Getty Images
Baca juga: Radja Nainggolan Bermain Bola Persis Karakter Bima dalam Mahabharata.

Grazie Radja Nainggolan!

Panjenengan silakan dibaca oge anu ieu: Roma v Lazio 19 November 2017.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon