Friday, November 24, 2017

RADJA NAINGGOLAN DAN BAHASA METAFOR DAN INDONESIA MENDUNIA

Radja Nainggolan AS Roma Indonesia
Radja Nainggolan pandai memakai bahasa metafor: dulu waktu bursa transfer bertautan dengan Chelsea 'bawakan aku matahari', dan yang terbaru sebelum bertanding melawan Lazio 'meskipun dengan satu kaki'. Aku curiga: karena keturunan Indonesia.

Ini membanggakan, tentu saja, paling tidak aku: sebagai penggemar Roma berkebangsaan Indonesia. Memiliki Radja Nainggolan. Serasa mendukung sodara sebangsa, sekaligus merasa ada perwakilan bangsa Indonesia dalam diri Radja Nainggolan yang main di daratan Eropa (yang notabene kiblat sepakbola dunia). Ya, aku ingin menyebut, berkat Radja Nainggolan, sepakbola Indonesia serasa telah mendunia.

Sebagai pemain sepakbola, Radja Nainggolan adalah bintang lapangan. Ia berlabel gelandang tengah bermutu tinggi: The King of Box to Box juga The King of Long Ranger (tendangan jarak jauh dari luar kotak penalti: yang acapkali berbuah gol). Sebagai pribadi, terlihat ia berpendirian teguh, punya prinsip. Berkarakter lelaki sejati. Tak lupa berterima kasih kepada yang sudah membuatnya menjadi pemain besar, salah satunya berterima kasih kepada Piacenza dan Cagliari klub sepakbola di Serie A sebelum lalu pindah ke klub yang lebih besar AS Roma: yang kemudian terlihat begitu mencintai Roma. Juga membenci kebatilan: kekasih wasit.

Tiap kali membaca kata-kata Radja Nainggolan kepada media, bila misal (sebagaimana yang memang sudah terjadi: bawakan aku matahari dan meskipun dengan satu kaki) terbaca seperti bahasa metafor maka aku teringat Indonesia. Bawakan aku matahari, ketika dulu Radja Nainggolan diincar klub kaya dari tanah Inggris Chelsea, di mana pelatih Chelsea The Don Conte amat menginginkannya, Conte terlihat pengagum berat Radja Nainggolan sejak masih melatih Juventus, kiasan yang bagus, aku curiga tak semua pemain bola bisa melakukan apa yang dikatakan Radja Nainggolan ketika misal dihadapkan pada situasi itu. Begitu juga: meskipun dengan satu kaki, situasi di mana Radja Nainggolan belum pulih seratus persen tapi ingin bermain di laga Derby della Capitale melawan Lazio. Dan kuperhatikan, Radja Nainggolan memang tak melupakan (atau ia menyadari), bahwa Indonesia ada di dalam dirinya.

Panjenengan silakan dibaca oge anu ieu: RADJA NAINGGOLAN YANG PERKASA.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon