Wednesday, November 22, 2017

PERMAINAN PES 2013 YANG TETAP DISUKAI

Embed from Getty Images
Ini sudah hampir akhir tahun 2017, bahkan PES 2018 juga sudah tersedia, masak masih main PES 2013. Serius. Itu sindiran yang dilakukan oleh sepupuku kepadaku. Pada saat aku masih suka main PES 2013, tapi di saat yang sama sepupuku sudah main PES 2018.

Baca juga: NOBAR CHELSEA ROMA MELIHAT ADA URAS.

Memang benar tak kupungkiri bahwa komputerku tak muat dipake main PES 2018, termasuk PES 2017 dan yang sebelumnya dan yang sebelumnya, batasnya sampai PES 2013 (tapi kalau kutak lupa ingat kalau main PES 2014, masih bisa). Sehingga: maklum kalau masih mainin PES 2013. Syukurlah, permainan PES 2013, cari-cari info di internet, masih bisa diperbaharui, diupgrade menjadi kekinian. Sekedar informasi: permainan PES 2013 di komputerku, klub-klub besar para pemain dan jersey sudah yang musim 2017/2018.

Baca juga: Pengalaman Pertama Maen PES 2018.

Meskipun begitu, belakangan hari, di awal bulan November 2017 aku kedatangan seorang teman lama (teman SMA), ia sudah bekerja sukses sebagai PNS. Sengaja menyempatkan diri bermain ke rumahku, untuk menjajal kemampuanku bermain PES 2013. Ia biasa kusebut: Pak Kadin.

Aku dan Pak Kadin, sebelumnya memang sudah suka bertarung bermain PES 2013, tapi pertemuan yang terbaru (atau yang terakhir kali dari aku menuliskan konten ini) adalah laga sudah hampir setahun tak tanding. Sehingga obrolan mengenai PES 2018 bukan hal yang basi.

"Udah update terkini ini?" Tanya Pak Kadin.

"Udah Pak Kadin. Tapi klub yang besar-besar saja. AC Milan dan Chelsea udah update baru tuh," jawabku. Tentu saja aku tahu, Pak Kadin, terbiasa main klub apa. Dahulu waktu SMA, penggemar Milan sejati, tapi sejak Chelsea dimiliki Roman Abramovich, ia jadi mendua.

"Siplah."

"Eh iya. Sepupuku punya PES 2018 mau nggak?"

Ia menoleh kepadaku. "Nggak tauk. Kurang diberi suka sama PES yang lain, udah enjoy sama PES 2013."

"Tapi muat nggak?"

"Staff di kantor pernah ada yang nawarin. Tapi udah nyaman dengan PES 2013. Yang penting PES 2013 tapi terbaru para pemain dan jerseynya."

Dari dialog itu, Pak Kadin memberi data: sudah enjoy sama PES 2013, asal terbaru para pemain dan jerseynya. Dapat dimengerti bahwa tiap tahun versi permainan suka agak-agak beda, sehingga diperlukan lagi beberapa penyesuaian: misal terdapat perbedaan bagaimana skema mencetak gol antara PES 2013 dan PES 2014 dan PES 2015 dan PES 2016 dan PES 2017 juga yang terbaru PES 2018.

Maksudnya di sini, berdasarkan pengalaman, misal aku sudah terbiasa bermain PES 2013, nah di kepalaku sudah ada rancangan bagaimana mencetak gol. Aku kasih satu rahasia mencetak gol (ini salah satunya) dari tendangan penjuru: aku terbiasa tak langsung nendang umpan dengan bulat, tapi aku R1 dulu biar kawan yang ada di kotak penalti maju menghampiri lalu tekan X lalu di X lagi lalu bulat deh, serius aku suka bikin gol dengan trik ini. Nah, trik yang kumaksud di PES 2013, itu tak berlaku di PES 2014 atau PES 2015 atau PES 2016 atau PES 2017 atau PES 2018.

Dengan begitu: aku merasa punya balad, salah satunya Pak Kadin, aku juga sebenarnya bukan gara-gara PES 2017 atau PES 2018 tak muat dipake di komputerku, tapi memang aku sudah enjoy dengan permainan PES 2013 (dengan catatan, atau perlu digaris bawahi: asalkan para pemain dan jersey, paling tidak klub-klub besar, sudah diupdate yang kekinian datanya).

"Wes rambutnya Bakayoko udah putih," seru Pak Kadin ketika laga Chelsea v Roma para pemainnya mulai memasuki lapangan.

"Facepack Bakayoko terbaru tuh."

Panjenengan silakan dibaca oge anu ieu: Cengiz Under Facepack PES 2013 dan Cubit-cubit Sayang.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon