Friday, November 3, 2017

PENASARAN RIYAD MAHREZ SIAPA TAHU MEMANG SOLUSI

Tags

Embed from Getty Images
Rasa penasaran pada Riyad Mahrez kembali menyeruak ketika mendengar kabar bahwa bintang Leicester City dihubungkan lagi dengan bursa transfer Roma di berita, belum pasti benar hanya pengetahuan ini yang terbaca jelas: Riyad Mahrez pengin pergi dari Leicester di bursa transfer Januari dan harga Riyad Mahrez ditenggarai mengalami penurunan.

Di sebelah kanan sayap Roma, sebagai penyerang sayap kanan adalah milik Mohamed Salah sebelum pemain cepat berkebangsaan Mesir itu dijual ke Liverpool, dan pengaruh Mohamed Salah kala itu besar bagi lini serang Roma. Lalu muncul nama-nama calon pengganti sebagai solusi menutup lubang yang kosong, nama besar hanya ada dalam diri Riyad Mahrez. Tapi apa yang terjadi setelah bursa transfer Juli ditutup, Roma hanya mampu mendatangkan: Gregoire Defrel (Memang ada nama Cengiz Under tapi ia masih muda, dan lalu ada nama Patrik Schick tapi ia murninya adalah penyerang sentral). Di sini, meskipun Defrel murninya adalah penyerang sentral tapi ia punya profil juga bisa ditempatkan sebagai penyerang sayap kanan, apalagi mengingat sebelumnya di Sassuolo Defrel dan pelatih Di Francesco pernah bekerja sama, tenanglah saat itu Roma meskipun sudah kehilangan Mohamed Salah karena (paling tidak) telah kedatangan Defrel di Trigoria.

Tapi saat itu yang menjadi pilihan utama untuk menggantikan peran Mohamed Salah, adalah Riyad Mahrez. Harga yang terhitung mahal dipatok Leicester City untuk Riyad Mahrez, bikin beberapa klub peminat terus berangsur berjalan pergi menjauh, termasuk Roma. Tapi Roma pada saat itu klub peminat yang bisa dikatakan paling serius, dengan melayangkan tawaran yang lebih tinggi daripada klub-klub peminat lainnya, sayangnya tawaran Roma yang terbilang tinggi itu tak mencapai harga apa yang diinginkan oleh pihak Leicester City. Alhasil: Riyad Mahrez tidak berhasil didatangkan oleh Monchi.

Aku melihat sejauh ini, Defrel tidak menjadi solusi untuk lubang yang ditinggalkan Mohamed Salah. Sementara Cengiz Under dalam situasi ini mendingan jangan diajak-ajak dulu, lumrah apabila ia bukan pilihan utama di pos ini, bagusnya untuk Cengiz Under adalah hal berkenaan dengan diberi kesempatan dalam jam terbang, bukan sebagai pilihan utama, dan terbaca pelatih Di Francesco amat bijaksana memperlakukannya terlihat dari pertandingan demi pertandingan Roma yang sudah dilakoni, optimis ditangan pelatih Di Francesco bahwa Cengiz sanggup berkembang untuk makin hari makin terbang. Yang praktis bagus berperan di pos ini adalah: Alessandro Florenzi, dan pernah Diego Perotti dipasang di pos ini, dan yang terbaru (saat melawan Chelsea) adalah Stephan El Shaarawy. Sedangkan Patrik Schick, sayangnya sejak didatangkan Roma, ia dibekap cedera, hanya pernah main beberapa menit sebagai pengganti dalam satu pertandingan resmi Roma.

Tapi Alessandro Florenzi, ia bagusnya adalah solusi untuk pos bek kanan Roma, akibat pemain baru Rick Karsdorp dibekap cedera, juga dikarenakan Bruno Peres masih meragu permainannya (dan juga saat ini mengalami cedera). Tapi Diego Perotti bagusnya memang menjadi penyerang sayap kiri. Tapi Stephan El Shaarawy memang menggoda untuk dilanggengkan sebagai penyerang sayap kanan mengingat permainan menakjubkan saat melawan Chelsea. Meskipun begitu, kelihatannya penasaran saja dengan Riyad Mahrez, siapa tahu kedatangannya memang solusi untuk bikin Roma bersinar terang, persis kedatangan Gabriel Omar Batistuta kali pertama (meskipun beda bursa transfer, kalau aku tak salah dulu Batistuta datang di awal musim).

Panjenengan silakan dibaca oge anu ieu: Demen penyerang sayap Riyad Mahrez sebagai pengganti Mohamed Salah.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon