Friday, November 17, 2017

MENIRU GAYA RAMBUT TOTTI TAHUN 2004

Embed from Getty Images
Meskipun bermain di sekup antar desa, tapi menurutku sah-sah saja kalau pengin bergaya, dan panilaian ini adalah untuk temanku sebut saja namanya Francesco Roni. Francesco Roni sebenarnya ia adalah Milan is Back, tapi ia mengagumi Pangeran Roma Totti. Kekaguman ia kepada Francesco Totti tak terlepas dari posisi di mana ia biasa bermain, yaitu di playmaker atau AMF. Saat itu, tahun 2004.

Sudah lulus SMA yang pasti pada saat itu, sebab rambut bisa dibikin menjadi gondrong adalah sinyalemen yang kuat yang mampu kuingat, habis lulus SMA Francesco Roni membiarkan rambutnya tak dipotong-potong sehingga menjadi panjang, bagai malas pergi ke tempat pangkas selama dua tahun sehabis lulus bersekolah. Tapi rambut panjang itu justru jadi bikin ia percaya diri ketika melihat gaya rambut Francesco Totti di televisi: Piala Eropa 2004.

Hingga sesudah gelaran di daratan Eropa itu, di kampung kami ada gelaran turnamen sepakbola antar desa. Tapi pelatih klub sepakbola desa kami yang terpilih adalah (biasa dipanggil) Pak Hansip, keputusannya tegas: memberi instruksi kepada seluruh pemain (anak asuhnya: para pemain kesebelasan desa kami) untuk potong rambut dibikin cepak seragam persis anak Paskibraka (atau asal dipotong pendek rapi). Dan hanya Francesco Roni, satu-satunya pemain yang mengacuhkan perintah itu.

"Hey Roni kenapa kamu nggak potong pendek rambutnya?!" Bentak pelatih Hansip saat kali pertama latihan.

Ditanya begitu, alih-alih dijawab, tapi Roni hanya melirik sebentar, setelah itu melengos pergi, acuh.

"Hey Roni!" Pelatih Hansip berteriak.

Roni berhenti. Kemudian menengok ke belakang, sambil memperhatikan muka pelatih Hansip, ia berkata. "Silakan bila anda ingin mencoret saya dari tim."

Francesco Roni berlalu. Pelatih Hansip membatu.

Di hari kedua latihan. Pelatih Hansip berbicara. "Saya ucapkan terima kasih kepada kalian yang sudah menuruti perintah saya untuk potong rambut pendek. Tapi kalau saya pikir ulang, barangkali kecuali Roni, ia memang bagusnya rambutnya jangan dipotong pendek, biarkan panjang saja, ia adalah kapten kita, ia adalah sang pembeda. Forza desa!"

"Forza!"

Belakangan hari kutanya Roni secara pribadi kenapa ia pengin membiarkan rambutnya yang gondrong, dan ia menjawabnya agak lamaan: mesti pulang dulu ke rumahnya. Sambil membawa koran bola, ia jawab dan menunjuk. "Ini gaya rambut Francesco Totti!"

"Haha."
Embed from Getty Images
Dan pada saat turnamen sepakbola antar desa digelar, para pemain kesebelasan desa kami, kecuali Francesco Roni, gaya rambut kami bersepakat kompak rada mirip rambutnya Clarence Seedorf. Haha.

Panjenengan silakan dibaca oge anu ieu: Selamat Ulang Tahun Legenda.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon