Sunday, November 26, 2017

Genoa 1 v 1 Roma 26 November 2017 Dan Penggambarannya

Embed from Getty Images
Ini pertandingan lanjutan Serie A Giornata 14: Genoa v Roma 26 November 2017.

Babak satu, kupikir tak terlalu seru, selain ini yang mampu melekat di ingatan. Terlihat Taarabt melakukan penetrasi seperti hendak membahayakan, tapi pas rem cekitan (bayangkan mobil mau belok) karena ada hadangan dari Juan Jesus, tapi terlihat Juan Jesus tak susah payah merebut bola itu, sebab pas cekitan itu Taarabt membelakangi bola sementara bola itu tepat berada di hadapan Juan Jesus, jujur situasi ini bikin kutertawa.

Lalu peluang Roma yang ini: umpan silang Radja Nainggolan dari sisi kanan sukses disundul Edin Dzeko tapi sundulan Edin Dzeko melebar. Sayang bolane tak nyungseb di gawang Genoa yang dikawal Mattia Perin.

Lalu di menit-menit akhir babak satu, Laxalt terjatuh, dan bikin Fazio agak marah kepada Laxalt. "Hey anda kenapa terjatuh?" Barangkali itu yang dikatakan Fazio, dan ini bikin sedikit keributan, juga bikin Fazio kena kartu kuning.

Ini gambaran umum di babak satu, menurut pandanganku: Roma tampil menyerang dan dominan tapi terlihat kesusahan bikin gol karena Genoa mainnya bertahan, sesekali Genoa melakukan serangan balik (contohnya: penetrasi Taarabt yang tadi kuterangkan, yang mampu ditanggulangi dengan gampang oleh Juan Jesus). Di babak satu, di awal mula aku mendapatkan kendala teknis, sinyal edge, baru memasuki menit dua puluhan ke sana kurasakan streaming lancar.

Sementara babak dua, kupikir berlangsung seru: seperti nonton film action. Permainan berlangsung seperti biasa, Roma tampil dengan memulai membangun serangan, tapi pada menit ke-59 Roma berhasil memecah kebuntuan melalui gol yang dicetak oleh Stephan El Shaarawy. Sebelumnya, terjadi pergantian terlebih dahulu, Diego Perotti diganti Defrel pada menit ke-58, nah pergantian ini menyebabkan pergeseran posisi, yang tadinya El Shaarawy di penyerang sayap kanan berubah posisi jadi di penyerang sayap kiri, sementara Defrel yang jadi penyerang sayap kanan. Pergeseran posisi itu membuahkan hasil, bahkan dalam waktu semenit, umpan silang Alessandro Florenzi dari sisi kanan (agak bawah sehingga bola meluncur mengudara seperti membentuk belokan yang bermula dari jalan lurus) dengan sontekan kaki El Shaarawy berhasil mengonversi umpan itu menjadi gol. Kupikir gol El Shaa indah, seperti punya kekasih gelap.

Dari sana aku sudah curiga, bahwa hasil akhir pasti hanya satu kosong untuk tim tamu Roma, sebab tempo permainan berlangsung sedang, dan yang mendominasi permainan adalah Roma (ini serius, bahkan aku sampai kepikiran untuk nanti bernyanyi Sephia Malam Ini Kutak Kan Datang). Tapi tragedi di menit ke-69 telah membuyarkan kecurigaanku: situasi di dalam kotak penalti, Lapadula mengerang kesakitan sambil guling-guling di rumput seraya pegang pipi, dilihat tayangan ulang terlihat De Rossi menampar Lapadula saat keduanya sedang saling berketat-ketatan. Jantungku sudah dibikin cemas, ketika kulihat wasit berlari ke pinggir lapangan untuk melihat video tayangan ulang. Dan sudah aku duga, sekembalinya wasit masuk ke lapangan: mengacungkan kartu merah untuk De Rossi dan menunjuk titik putih. Gol penyama kedudukan: dicetak Lapadula pada menit ke-70 dari tendangan penalti.

Selanjutnya Roma bermain dengan sepuluh orang, ada satu peluang dari Kevin Strootman tapi sayang membentur tiang. Begitu juga ada peluang dari genoa, aku catat dua, situasinya hampir sama, dari serangan balik, tapi syukurlah dua tendangan itu melebar. Skor akhir: Genoa 1 v 1 Roma. Ini membuatku jadi tak terus bernyanyi Sephia Sheila on 7.

Panjenengan silakan dibaca oge anu ieu: SUDAH NGGAK SABAR PENGIN DDC SEGERA.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon