Tuesday, November 28, 2017

EDIN DZEKO DAN BURUNG ANGSA

Embed from Getty Images
Hujan malam ini bikin aku jadi melankolis: teringat Edin Dzeko yang sudah delapan pertandingan berturut tak bikin gol untuk Roma. Terhitung saat: Torino melawan Roma, Roma melawan Crotone, Roma melawan Bologna, Roma melawan Chelsea, Fiorentina melawan Roma, Roma melawan Lazio, Atletico melawan Roma, dan Genoa melawan Roma. Bagi seorang bomber, tak mencetak gol berturut dalam kurun waktu segitu termasuk: sudah lama. Kerinduan ini hampir sama persis ketika kumerindu Burung Angsa.

Ketika itu Burung Angsa hadir di Facebook berupa status. Aku menulis begini untuk menggambarkannya: Di depan danau yang keruh matamu yang bening memancarkan sesuatu, hanya debaran jantung yang kurasa melihat itu. Kau terlihat seperti burung angsa yang cantik, dan kerudungmu perfek.

Aku terpukau, dan jadi galau, pada saat di hari-hari berikutnya ia tak terlihat bikin status baru, lebih dari seminggu. Dan itu menggangguku.

Sudah ketiduran lagi, dan tapi malam ini lalu bermimpi: pipiku dicium Burung Angsa. Mimpi itu bohong, tapi aku senang.

Menunggu mati lampu kurasakan seperti menunggu Roma Day karena ada jeda internasional, aku mengalami broken time. Begitu juga manakala kumenunggu Burung Angsa.

Selamat pagi, ini laguku pagi ini: Miss You Like Crazy - The Moffatts. Jadi inget saat SMP. "Kakak kakak kakak... Denger lagunya The Moffats ya... I Miss You Like Crazy." I miss you (miss you... miss you...) I miss you like crazy.

Lalu ini juga:

hujan katakan padanyaaa bahwa aku rindu diaaa

#MeniruLaguAnginTapiDibikinJazzHaha :D

petir terdengar seperti celekitan di hati, ketika hujan rindu mengalir deras membasahi.

#SepucukSuratUntuknya
#PakeWarnaAh :D

Burung Angsa yang cantik,
Pekik rindu sudah menjadi apak
Di media sosial Facebook

#BawakanAkuBiruSenja
#MeskipunDenganSeribuKataIndahTakBisaKubikinDanauHaha :D

Panjenengan silakan dibaca oge anu ieu: DOA UNTUK EDIN DZEKO.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon