Thursday, November 9, 2017

DEFREL DAN GUMINHO DAN MIKE TYSON

Embed from Getty Images
Terlihat kelayar keluyur tak jelas. Mendapatkan peluang tapi terbuang percuma: tendangan melebar, tendangan melambung menjauhi tiang gawang, dan tendangan mampu diblok kiper lawan padahal sudah one on one. Paling tidak itulah beberapa hal yang bikin Defrel kena bully. Jika menonton permainan Defrel, maka bikin aku dadi kepengin tepuk pantat tante bahenol: maksudne biar amarah yang ngeselin berubah jadi gairah yang nyenengin.

Benar. Defrel harus merubah amarah yang nonton menjadi gairah, maka itu ia harus berubah. Perubahan di sini berarti Defrel harus tampil buas: kalau perlu langsung mencetak hatrik untuk membungkam bully-an. Terkait perubahan menjadi buas samar-samar aku jadi teringat akan Drama Korea Gu Family Book, kalau tak salah di Drama itu tokoh Choi Kang Chi berubah buas menjadi Guminho ketika gelang di tangannya terlepas, tampil liar tak peduli apapun yang penting bunuh. Di sini, Defrel harus bisa melepaskan gelang yang membelenggu kesialan, agar tampil 'liar tak peduli apapun yang penting bunuh' bisa sama arti dengan bagaimana ia punya ciri khas dalam selebrasi gol yakni: membidikan senapan. Buat buang sial Frelllllllll: coba penampilannya next dirubah dibikin kayak Mike Tyson si leher beton yang ini.
Embed from Getty Images
Kalau aku tak lupa ingat, itu adalah potret di mana Mike Tyson menggigit kuping Evander Holyfield.

#HaloDefrelllllllllll :D

Panjenengan silakan dibaca oge anu ieu: DUA PELUANG DEFREL DALAM FIORENTINA ROMA MENJADIKANNYA APAK.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon