Tuesday, November 28, 2017

Ada Apa dengan Dzeko-Izzo di Genoa 1 v 1 Roma?

Embed from Getty Images
Di akhir pertandingan Genoa 1 v 1 Roma 26 November 2017, tertangkap kamera, Edin Dzeko seperti berkata-kata (seperti orang marah) kepada Armando Izzo, dan bukan hanya kata-kata tapi ada gerak-gerik tangan, gerakan tangan Edin Dzeko itu kubaca begini: mari lanjutkan di luar garis lapangan, jangan di dalam garis lapangan. Sementara, Armando Izzo pun berkata-kata (tak kalah seperti orang marah) sambil dihadang-hadang beberapa yang lain.

Dan aku tercengang: Ada apa dengan Dzeko-Izzo?

Lalu ada gambaran terbayang: pelanggaran Edin Dzeko kepada Armando Izzo, ini kusebut sebagai pelanggaran karena wasit meniup peluit. Tapi gambaran ini terbayang samar-samar, bahkan pada saat ketika aku sedang menontonnya pun tak jelas gambarannya (perasaan tak tersorot kamera, atau sorot kamera dari kejauhan, kelihatannya aku membutuhkan teknologi VAR haha). Itu terjadi di babak kedua, setelah tragedi De Rossi-Lapadula.

Aku sebut ini sebagai tensi pertandingan pada saat itu. Tensi Edin Dzeko maklum meninggi: sebab ia pengin bikin Roma menang, juga pengin mencetak gol setelah di beberapa pertandingan tak mencetak gol. Aku menemukan foto itu, dan aku curiga: mungkin bermula dari drama yang dilakukan oleh Armando Izzo.

Baca juga: 5 Hal Tentang Armando Izzo yang Kupikir Cocok untuk Roma.

Aku teringat saat dulu waktu di SMA, ada pertandingan sepakbola antar kelas. Tapi yang main bukan kelasku, melainkan dua kelas yang lain, sama-sama kelas tiga, saat itu aku jadi penonton.

Aku tahu kedua orang yang bertikai itu. Yang satu, pernah sekelas denganku waktu masih kelas satu. Satunya lagi, pernah sekelas denganku waktu masih kelas dua. Di pertandingan itu, mereka berdua berlaku lampah persis Edin Dzeko dan Armando Izzo yang kumaksud tadi.

Aku tanya yang satu. "Anda kenapa?" Ia jawab. "Ia berpura-pura terjatuh, masak kesenggol sedikit saja sudah jatuh."

Di lain tempat aku tanya satunya lagi. "Anda kenapa?" Ia jawab. "Ia mendorongku."

Beberapa hari setelah kejadian, ketika menonton pertandingan kelasku melawan anak kelas dua, sempat kulihat mereka duduk berdua berdekatan di dekat pohon rambutan: kelihatannya mereka berdua tampak biasa-biasa saja, seolah lupa pada kejadian yang telah lewat.

Panjenengan silakan dibaca oge anu ieu: EDIN DZEKO DAN BURUNG ANGSA.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon