Thursday, October 26, 2017

TANGGAL ITU HARI APA

Tanggal itu mengundang tanya di hati. "Hari apa?" Hanya tertulis tanggal dan doa mau melangkah dan simbol harapan (atau mungkin tanda bersyukur). Aku membaca sinyal kebahagiaan di sana, tapi aku merasa gelisah anehnya.

Aku trauma dengan kehadiran ia dan kekasihnya tampil berduaan, perasaan seperti ini yang menyeruak ke permukaan. "Apakah itu tanggal penting mereka berdua?"

Ada dorongan untuk berkomentar bertanya, dan aku sudah menemukan kalimat yang berbumbu canda, tapi aku mengurungkannya, karena ketakutan tak akan dibalas olehnya. Beberapa komentar suka tidak ia balas, tapi agaknya bukan karena ia malas, melainkan karena karakter yang berkomentar (mungkin) tak ia kenal jelas, karena aku melihat komentar yang suka ia balas adalah mereka yang ia kenal dengan jelas. Dan aku, termasuk kepada golongan orang-orang yang tak ia kenal secara jelas.

Keresahan ini buah dari pemikiran yang tak jelas, dan perasaan yang cemburu. Ini masalahku, yang dalam laku mengagumi belum ikhlas.

Prosa Bukan Bola lainnya: BIRU SENJA.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon