Thursday, October 19, 2017

Sepakbola Sedap Menarik Roma di Kandang Chelsea

Tags

Artis Cantik Penggemar Sepakbola
Sepakbola yang sedap menarik itu tersaji bergaya dalam pertandingan Chelsea Roma di kandang Chelsea. Bila tak berlebihan aku ingin menggambarkannya begini: seperti panjenengan menonton wanita cantik berbusana rok mini berjalan berlenggok di trotoar jalan.

"Edan barang njirrr," aku curiga begitulah reaksi panjenengan manakala melihatnya sambil jongkok di pinggiran. Intinya, sampeyan terpukau. Seksi aduhai gerangan, ini jika tuan merasa diri duduk nonton di VIP dan suka baca-baca novel sambil tiduran.

Maen terbuka jelas kelihatan, bikin menganga jantung pertahanan lawan. Memang di awal-awal sempat shock akibat tendangan jarak jauh pemain lawan mampu menggetarkan jala gawang yang dikawal Alisson, ini aku sedang membicarakan gol pertama Chelsea yang dicetak oleh David Luiz yang tampak wow keren. Tapi kita pun tak jera, meskipun kemudian gol kedua lawan tercipta melalui manuver serangan balik yang menggoyahkan pertahanan, ini gol yang dicetak oleh Eden Hazard melalui sontekan. Selanjutnya, Roma tampil kesetanan.

Gol pertama Roma bermula dari pergerakan ciamik Aleksandar Kolarov yang mengecoh pemain lawan untuk kemudian berlari mengejar bola (hasil teknik kecohan itu) dan lalu menendang bola dengan elegan, kupikir gol ini lebih bagus daripada gol yang dicetak oleh David Luiz dengan kata lain melebihi wow keren.

Berkat gol yang dicetak oleh Kolarov, semangat Gladiator Roma jadi tampak meletup. Itu terbukti dari bagaimana Roma memainkan sepakbola, tak henti membuka diri menampakkan aksi seperti wanita cantik berbusana rok mini mengumbar paha mulus kaki jenjang (tak ada bekas luka dereded akibat jari menggaruk gatal-gatal: bisa jadi karena dahulu pernah bentol-bentol akibat kutu kucing) bikin sistem pertahanan lawan melongo hilang arah terbentur marabahaya. Hingga situasi ini tak mampu mereka bendung: Fazio umpan lambung anggun dari tengah menuju jantung pertahanan lawan, dengan sekali sentuhan Dzeko mengepang bola itu, dan gol. Gol Dzeko yang ini, aku berani bertaruh, bikin orang-orang yang mencintai Roma yang sudah disunat, pada takbir. Pertandingan pun kurasakan jadi terlihat parlente, situasi sampai sini (skor jadi dua sama) Roma sebenarnya sudah terkatakan maennya kece.

Sontak aku berteriak. "Ini Roma sayaaaaa..." Manakala kusaksikan di sana, bola tendangan set piece flamboyan Kolarov disambut gagah Edin Dzeko melalui sundulan. Kombinasi ini: kerja sama, persahabatan, juga cinta. Bahkan, aku sampai merayakannya dengan berpekik oh yes oh yes oh yes berulang-ulang. Memang, kemenangan itu tak berlangsung lama, mereka berhasil menyamakan kedudukan menjadi tiga sama, dan tapi kekecewaan itu tak lantas bikin putus asa orang yang habis melakukan onani, tetap santai bagai mimpi telah tercapai.

Pertandingan selesei, aku menulis status di Facebook seperti ini: Hasil seri jadi terasa sayang, kalau lihat Roma maennya seharusnya menang. Pelatih Di Francesco telah melakukan pendekatan yang berbeda, ia telah melakukan pekerjaan yang bagus malam ini, kita maen nyerang (coba lihat possesion). Dan aku tak melihat Chelsea juara Liga Inggris musim lalu, mosok maennya bertahan koyo ngonoo haha.

FORZA ROMA!

Panjenengan silakan dibaca oge anu ieu: Dukungan Sabrina Ferilli untuk Roma Adalah Susu Bagai Susu Serigala Betina untuk Romulus dan Remus.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon