Sunday, October 8, 2017

Pengalaman Pertama Maen PES 2018

Juventus PES 2018
Image by IL BUZZ
Pengalaman pertama maen PES 2018 bikin ketawa mula-mula, kulihat di sana logone Juventus palsu, bajune dadi koyo persatuan sepakbola kampung. Aku ndak maen sendirian, melainkan tiga-an. Kami bertiga sedang dalam rangka hiburan di minggu siang, aku numpang maen di komputer sepupu. Di kamar sepupu, di situlah tempat kami bermain PES 2018.

Memang ada satu sepupu yang juventini, satu lagi penggemar Chelsea, dan aku penggemar Roma. Nah, ketawaku tadi adalah pada saat sepupuku yang juventini bilang gini. "Yeah, mosok logone Juventus koyo ngono, piye iki."

Betul, yang punya kamar adalah sepupuku penggemar Chelsea. Sementara aku dan sepupuku yang penggemar Juventus, pada hari minggu itu adalah pengalaman pertama kami berdua maen PES 2018. Tak lihat logone Roma, aslilole haha.

Giliran yang main duluan adalah pertandingan antara Liverpool (kalau klub Liga Inggris hanya beberapa yang logone asli termasuk Liverpool sehingga sepupuku penggemar Chelsea ini memilih untuk mainin Liverpool) vs Juventus (PM Black White Haha). Sempat melihat beberapa saat pertandingan itu, kemudian aku dilanda bete, sehingga kuputuskan untuk mendingan maen Facebook sesaat (buat update status situasi terkini).

Tibalah giliranku bermain, melawan PM Black White. Roma vs PM Black White. Ini aku langsung saja memberikan kesan-kesan bermain PES 2018, dengan berdasarkan pengalaman pertama PES 2018 mainin Roma melawan PM Black White.

Tampilan PES 2018, amazing, nyaris sempurna pokoke bila pembandingnya PES sebelumnya, ini hampir menyerupai banget kenyataan di dunia realita, misal bagaimana ketika para pemain mulai berjalan menuju lapangan.

(((Sebelumnya perlu diketahui dulu oleh sampeyan, bahwa aku adalah sosok yang di kampungku terkatakan maestro mainin PES 2013 (ibarate bisa sambil ngobrol saat nendang penalti, tapi tendangan masuk, kalau perlu bahkan bisa kulakukan sambil bermain Facebook), juga pernah beberapa kali bermain PES 2017 (nah, jujur kuakui, karena kurang jam terbang, sehingga aku segan mendaku sebagai maestro PES 2017).)))

Terang saja PES 2018 lebih asyik ketimbang PES 2017 (ini kita berbicara permainan). Contone situasi ini: kiper Alisson mau umpan pendek ke bek tengah Manolas, coba bayangkan situasi permainan tiki taka Josep Guardiola pergerakan dimulai dari belakang, nah kalau di PES 2017 aku suka dibikin kaget gitu ya ketika kutekan EX eh bola umpan kiper malah mengumpan penyerang lawan, tetapi di PES 2018 kejadian demikian ndak terjadi.

Lalu situasi ini: tendangan korner. Manakala aku bermain PES 2017, selama aku memainkannya, aku suka bingung tendangan penjuru mesti digimanain, suka ndak ada tercipta bahaya kalau dipencet bulat. Lain hal dengan PES 2018, lebih asyik ya, sesekali tercipta bahaya ketika dipencet bulat, dan lalu disambut kotak.

Tiada kuduga situasi ini: tendangan bebas. Dalam pertandingan melawan PM Black White aku mendapatkan kesempatan melalui tendangan bebas, teknik tendangan bebas ini dari beberapa tahun ke belakang ndak ada perubahan besar-besaran mesti apa saja yang ditekan, dan aku melakukan teknik itu seperti biasanya saja sembari meraba-raba arah kira-kira tepatnya bagaimana. Posisi tendangan, lokasinya hampir persis dengan jarak tembak set piece Kolarov ke gawang Atalanta di pekan pertama Serie A, barangkali situasi di PES 2018 saat itu jaraknya agak deketan dikit.

Ada instruksi, atau ada pengumuman dari gim itu, bahwa bagusnya yang nendang adalah ia dengan kaki andalan kaki kiri, namun aku mengabaikannya, disebabkan karena Kolarov belum ditransfer ke Roma pun aku ndak mainin Mohamed Salah yang masih ada di skuad Roma, di samping aku memang ndak pede bakalan menciptakan gol melalui tendangan bebas (maklum baru sekali menjamah kan ya), sehingga aku membiarkan alakadarnya, yang nendang saat itu adalah Stephan El Shaarawy. Padahal sambil ngobrol lo ya, tapi apa yang terjadi, yang terjadi adalah tendangan bebas yang dilakukan oleh El Shaa ternyata membentur tiang. "Njirrr euy membentur tiang. Nyesel ndak diseriusin nendangnya. Koyoknya nendang tendangan bebas ndak terlalu susah."

Adapun permainan secara umum di lapangan, memang baik aku maupun sepupuku penggemar Juventus masih bingung-bingung, bagaimana cara menciptakan gol, tetapi secara garis besarnya bukan karena permainannya yang ndak seru melainkan dikarenakan masih butuh jam terbang lebih banyak lagi untuk bisa menguasainya. Over all: main PES 2018 is enjoying. Skornya: Roma 0 vs 0 PM Black White.

(((Sekedar catatan: kalau misal pembandingnya adalah PES 2013, dengan gaya main yang biasa aku lakukan di PES 2013, dan memang aku menerapkannya di PES 2018, seperti melakukan umpan lambung dari tengah, nah kalau di PES 2013 bisa langsung berbahaya, tetapi tidak di PES 2018, begitupun pada saat penyerang beradu lari dengan bek lawan, di PES 2018 ndak serta merta dadi dangerous)))

Panjenengan silakan dibaca oge anu ieu: Cengiz Under Facepack PES 2013 dan Cubit-cubit Sayang.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon