Saturday, October 21, 2017

NOBAR CHELSEA ROMA MELIHAT ADA URAS

Embed from Getty Images
Pertandingan Chelsea vs Roma kemarin kulakukan dengan cara nobar, berdua saja dengan sepupuku penggemar Chelsea yang mana jauh hari sebelumnya memang telah diatur. Ketika jadwal Liga Champions menghadirkan Chelsea vs Roma, sayangne ndak disiarin sama tv lokal, tiada lain cara selain rencana kami kemudian adalah melakukannya dengan nonton streaming.

"Waaah kalau pake kartu internerku ndak bingit deh, lemot ah, mendingan pake kuota dikau aja bagaimana?" Ini aku yang ngomong.

Belum juga dijawab oleh sepupuku penggemar Chelsea, aku keburu ngomong lagi untuk memberi penekanan. "Lagi pula maennya di kandang Chelsea, dadi monggo panjenengan yang atur-atur kuotane."

Tak lihat sepupuku penggemar Chelsea mengangguk, lantas ngejawab. "Yo wes entar maen pake kartu aku aja, ora opo-opo."

"Maknyoosss," balasku girang (terbayang paha mulus macan eh terbayang ngirit kuota).

Hal penting bukan hanya sekedar itu, melainkan ada juga ini: menjalin kesepakatan tetapi kami berdua ndak mau kalau ini disebut judiiii. Bila Chelsea yang menang maka entar aku ditraktir oleh sepupuku penggemar Chelsea jajan mie ayam. Dan bila Roma yang menang maka entar aku yang nraktir sepupuku penggemar Chelsea jajan mie ayam. Oh tentu, aku lebih suka nraktir daripada ditraktir, haha.

Jadwal maen Chelsea vs Roma dini hari.

Memang malamnya aku suka ada kerjaan terlebih dahulu, kerjaan yang ndak penting (hasilne ndak tahu opo bisa kebeli ninja opo ora) namun aku menyukainya sehingga yo wes tak lakonin bae, alhasil aku ndak bisa datang malam-malam melainkan nanti saja pagi dini hari semenit sebelum kick off dimulai, lagi pula tempat nobar (di rumah sepupuku penggemar Chelsea) jaraknya cuma sepuluh langkah (kaki wasit) dari rumah.

Di Facebook Super Franky (ini sebutan aku untuk sepupuku penggemar Chelsea) memberitahuku agar segera kemari, nobar Chelsea Roma memang akan segera dimulai tinggal beberapa menit lagi. Aku pun bergegas, bahkan tak sempat cuci muka dulu.

Sesampainya di sana kulihat ada uras di meja, melihatnya aku dadi lapar, apalagi di sebelah uras kulihat ada gorengan tempe. "Itu uras siapa?"

"Ambil aja, itu bekas tadi malem ada pengajian," jawab Super Franky.

Di tahun ini, ini adalah kali pertama aku nobar, sehingga aku kurang begitu tahu apakah ada hubungannya antara nobar dan lapar. Ambil aman, mendingan bilamana entar panjenengan mau ikut acara nobar jangan lupa makan terlebih dahulu, takutnya di sana entar panjenengan dadi lapar. Pada saat itu aku beruntung saja, terdapat uras sisa pengajian ibu-ibu (ada tiga lagi), tatkala melihatnya dalam pandangan pertama perutku langsung bunyi kerubuk-kerubuk.

Saat gol kedua Roma yang dicetak Edin Dzeko tersaji di layar kaca (kami nonton pake laptop disambungin ke tivi), sesudah menggemakan takbir, aku pun kemudian berseru begini. "Urasnya tinggal satu. Tak ambil boleh?"

#Haha :D

Panjenengan silakan dibaca oge anu ieu: Sepakbola Sedap Menarik Roma di Kandang Chelsea.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon