Friday, October 6, 2017

MERAH MAWAR

Merah mawar menjadi lamunan. Ia menambah khayalan, juga mempertebal dambaan, sekaligus memperkokoh arti kecantikan seorang perempuan. Di dalam hatiku yang kesepian.

Ia muncul di musim kawinan, sekaligus pada saat yang sama membunuh kerinduan. Di antara yang lain, memang ia sebelumnya sudah memincut hatiku duluan, sehingga keindahan itu menjadi pusat pandangan, bahkan yang lain seolah tidak ada bilamana menyebut demikian tidak dikatakan berlebihan.

Aku memandang merah mawar itu sebagai bunga yang bikin hari itu penuh dengan keceriaan, barangkali seperti kau baru selesei joget dangdutan.

Prosa Bukan Bola lainnya: BIDADARI YANG SEDANG DUDUK DAN CINTA YANG TAK DIAKUI.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon