Sunday, October 15, 2017

Mengulas Tendangan Penalti Dybala dalam Juventus Lazio Giornata 8

Embed from Getty Images
Samar-samar aku jadi teringat situasi begini: Totti menjadi penyelamat atau Totti menjadi pahlawan, melalui tendangan penalti di menit-menit akhir pertandingan. Kalau aku tidak lupa mengingat (ini apa yang kukatakan bisa saja salah, tetapi semoga semangatnya tidak salah, aku malas mengecek persisnya bagaimana, tetapi situasi yang kusajikan adalah fakta) misal saat melawan Torino (lupa lagi lawan mana tepatnya), entah dalam situasi imbang entah dalam situasi tertinggal, lalu Roma mendapatkan kesempatan melalui tendangan penalti di menit-menit akhir pertandingan, sehingga tendangan penalti itu menjadi menentukan apakah menjadi penyelamat (kalau situasinya dalam ketinggalan satu gol) apakah menjadi pahlawan (kalau situasinya dalam imbang) bahkan bisa jadi pecundang (kalau gagal melakukannya). Dampaknya, yang menjadi algojo tendangan penalti itu, mestilah pemain yang punya mental juara. Pada saat itu, Totti berhasil melakukannya.

Situasi seperti itu terjadi juga dalam pertandingan Juventus vs Lazio Giornata 8. Ketika Juventus tertinggal satu gol dari Lazio dalam skor Juventus 1-2 Lazio, Si Nyonya Tua mendapatkan kesempatan tendangan penalti di menit-menit akhir pertandingan, dan yang menjadi algojo tendangan penalti adalah Dybala. Tak seperti Totti, Dybala pada pertandingan ini menjadi pecundang, ia gagal menyelamatkan kesebelasan Juventus dari kekalahan di kandang sendiri Juventus Stadium, tendangan penalti Dybala mampu ditepis kiper Lazio Strakosha. Oleh karena itu, masih jauh bilamana Dybala disamakan dengan Del Piero. Haha.

#NgebullyPemainNomorSepuluhJuventus
#CobaKalauDelPieroYangNendangHaha :D

Panjenengan silakan dibaca oge anu ieu: Sepuluh hal menarik tentang Alessandro Del Piero idolaku.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon