Saturday, October 7, 2017

Gaya Kumis Cowok Italia Zappacosta

Embed from Getty Images
Ketika Roma kala itu sedang mencari pemain untuk pos bek kanan di bursa transfer, dalam hati aku pengin yang berhasil didapatkan adalah Davide Zappacosta bek kanan Torino, namun pada kenyataannya yang dapat adalah (masih pemain Torino) bek kanan Bruno Peres. Alasanku simple saja, ini: gaya kumis Zappacosta.

Tidak kupungkiri ini adalah pandangan subjektif, sebab dari dulu sejak zaman Alessandro Del Piero merajarela, aku langsung kepincut kepengin punya gaya kumis cowok Italia. Dadi gaya kumis Zappacosta ndak luput dari perhatianku.
Embed from Getty Images
Bagaimana kalau kemudian aku giring tulisan ini kepada pertandingan Roma berikutnya di Liga Champions melawan Chelsea, mengingat Davide Zappacosta kini statusne adalah pemain Chelsea. Juga mengingat, kalau bek tengah milik Chelsea yang bernama Antonio Rudiger, musim lalu ia masih menjadi Gladiator Roma. Sehingga, muncullah ide ini di kepalaku: apa jadinya kalau Zappacosta karo Toni Rudiger ngobrol membicarakan pertandingan antara Chelsea vs Roma 19 Oktober 2017?

"Sampeyan berani taruhan ndak Cost (maksudne Davide Zappacosta), kalau Chelsea berhasil menang melawan Roma nanti, sampeyan kudu kerok kumis sampeyan itu, berani ora?"

"Ogah koe Ton, gaya kumisku iki tak pelihara biar cewek-cewek podo klepek-klepek."

"Piye maneh Cost. Sampeyan dadi berpikir kalau Chelsea bakal kalah gitu, kelewatan sampeyan Cost?"

"Yoo ndak gitu juga kali, Ton. Yang piye itu maneh, Ton. Mosok harus taruhan koyo gitu. Ndak elok, Ton."

"Yo wes ra po po kalau sampeyan ndak mau taruhan. Sing penting kita tetep peace."

#LucuNdakSihIniHaha :D

Panjenengan silakan dibaca oge anu ieu: Sekedar berita aku sudah melupakan Antonio Rudiger dan sebuah olokan.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon