Thursday, October 5, 2017

Cengiz Under di Tiga Pertandingan Roma Belum Terlihat Lagi Dimainkan

Embed from Getty Images
Cengiz Under di tiga pertandingan Roma belum terlihat lagi dimainkan. Lawan Udinese tak terlihat main di lapangan, juga lawan Qarabag di Liga Champions, dan yang terbaru dalam lanjutan kancah Serie A giornata 7 saat melawan Milan. Bikin aku (sebagai yang mendaku pemain idola adalah Cengiz Under) merasa prihatin, sebab aku pernah ngomong gini. "Kalau nonton pertandingan Roma kini serasa ada yang kurang bilamana Cengiz Under ndak main."

Bagai anak burung melayang di udara, Cengiz Under langsung cetak gol pertama di pertandingan pertamanya bersama AS Roma melawan Tottenham dalam tur pra musim di Amerika. Lalu berlanjut, sebagaimana yang kuingat, masih di laga pra musim Amerika, bagaimana Cengiz Under mengambil tendangan penalti sebagai penendang kelima, terlihat begitu tenang hingga sukses menaklukan kiper Juventus (tendangannya keras dan arahnya tidak mampu dibaca oleh kiper lawan). Situasi ini, pada saat Cengiz Under masih punya kendala dalam berbahasa Italia, Cengiz Under pernah berkata (yang deskripsinya aku ubah tanpa menghilangkan semangatnya atau maksudnya). "Aku menggunakan bahasa isyarat untuk saat ini manakala berkomunikasi dengan pelatih Di Francesco."

Kelihatannya kendala bahasa ini masih menjadi masalah bagi Cengiz Under di Roma, namun begitu penampilannya tidaklah mengecewakan, apalagi kalau mengingat bagaimana Cengiz Under dimainkan inti pada pertandingan melawan Hellas Verona, memang benar pada pertandingan melawan Benevento terlihat penampilan Cengiz Under agak kurang asoy sehingga diganti masih pada menit-menit awal babak kedua, yang kemudian setelah pertandingan melawan Benevento itu beginilah yang terjadi: Cengiz Under di tiga pertandingan Roma belum terlihat lagi dimainkan.

Dapat dimengerti manakala kumelihat di pertandingan melawan Milan, yang menggantikan Stephan El Shaarawy (kalau kutak lupa mengingat) adalah Gerson, sehingga aku (misal) ndak update status begini: yeah, kenapa El Shaa diganti Gerson, kenapa bukan Cengiz yang ganti, EDF sehat? Nah, kalau aku yang menulis status begitu, yang mestinya ditohok sehat adalah aku. "Sampeyan sehat?" Sebab apa yang dilakukan oleh pelatih Di Francesco, dalam koridor kebenaran, ini aku memahami secara taktikal yang diterapkan oleh pelatih Di Francesco.

Namun begitu, pertandingan-pertandingan Roma ke depan masih panjang, aku percaya kepada pelatih Di Francesco, tak seperti pelatih Spalletti, pelatih Di Francesco bagus dalam rotasi pemain. Bersama pelatih Di Francesco, aku percaya pemain idolaku Cengiz Under akan bertumbuh dan berkembang seiring bergulirnya waktu, berkat peranan kebijaksanaan yang dimiliki oleh pelatih Di Francesco di dalam memberikan kesempatan bermain kepada pemain muda berbakat (di saat yang tepat) yang bagusnya dengan tidak melupakan tujuan akhir: Roma sing penting menang.

Panjenengan silakan dibaca oge anu ieu: Cengiz Under dan Komunikasi dalam Sepakbola Antar Kelas.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon