Friday, October 27, 2017

BILA JADI MANAJER TOTTENHAM INI YANG AKAN KULAKUKAN

Embed from Getty Images
Tuan mungkin sudah tahu, kalau malam minggu yang telah lalu, aku mainin Tottenham di PES 2013 melawan Madrid arahan Digleu. Kesenangan akibat kemenangan melawan Digleu secara bertubi, membikin aku jadi bermimpi: pengin coba maen di Football Life option Master League menjadi manajer Tottenham. Dan sepeninggalan Digleu yang terluka, aku melakukannya.

Tiada lain untuk bikin aku jadi tambah bersenang-senang. Ini Tottenham yang kubayang: mulai berpikir untuk menambah penyerang murni, yang tersedia hanya ada dua yaitu Harry Kane dan Fernando Llorente, terpikir olehku nama Enes Unal.

Enes Unal saat ini bermain di tanah Spanyol bersama Villareal. Ia penyerang muda (bisa dikatakan) berbakat berkebangsaan Turki, aku tahu ini berkat penulusuranku dulu menyangkut Cengiz Under di timnas Turki, ketemu nama Enes Unal sebagai penyerang murni.

Aku berpikir. Jika dihubungkan dengan Tottenham, maka Enes Unal adalah benturan kombinasi antara Harry Kane dan Fernando Llorente. Maka pemikiran ini menarik untuk dipraktekan: mentransfer Enes Unal dari Villareal ke Tottenham. Kehadiran Enes Unal, cukuplah menambah (setelah ada Harry Kane dan Fernando Llorente) daya gedor di lini serang Tottenham dalam menjelajahi ketatnya di tiga ajang kompetisi berbeda.

Lalu di lini tengah, aku pengin melakukan lobi pertukaran, yang kepikiran adalah: menukar Mousa Dembele dengan Renato Sanches dan menukar Vertonghen dengan Krychowiak. Renato Sanches aku tahu kalau ia sedang dalam masa peminjaman di Swansea City dari Bayern Munchen, situasi ini kelihatanya bisa dijadikan sebagai alat lobi. Situasi Renato Sanches, juga berlaku untuk Krychowiak yang sekarang main di West Bromwich Albion (kalau tak salah pinjaman dari PSG). Vertonghen dan Dembele tak masuk rencanaku, mereka menjelang tua katakanlah begitu.

Di lini belakang, tak ada masalah, tak ada yang berubah selain tadi Vertonghen diganti Krychowiak (Krychowiak bisa ditempatkan di pos CB). Juga di pos kiper tak soal: ada Lloris, ada Vorm, ada Gazzaniga. Terbentuklah sudah skuad Tottenham Hotspur yang akan kumainkan di Master League.

Ini kulakukan demi sebuah hiburan, untuk nanti kalau aku sekali-sekali mengalami kejenuhan. Barangkali ada yang bertanya kenapa enggak mainin Roma? Jawabanku sederhana: aku suka baper kalau sampai Roma mengalami kekalahan. Siapa tahu kalau maenin Tottenham (di mana aku tak ada emosi kepadanya), meskipun entar aku kalah lawan komputer, yo wes ora opo-opo tak save saja. Lanjutkan Haha. "Ah keun bae ndak dapet gelar jugo tho yoo Tottenham iki."

Tuan silakan dibaca oge anu ieu: MERASA DILECEHKAN KARENA MAININ TOTTENHAM DAN HEUNG MIN SON.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon