Sunday, October 15, 2017

AKU SUKA ITU SEBENARNYA PENGIN AKU KASIH CINTA

Entah kenapa, ia pandai mempermainkan hatiku. Kemarin ia bikin hatiku murung, malam ini ia bikin hatiku tiba-tiba gemerlap. Aku suka itu, sebenarnya pengin aku kasih cinta.

Bole aku menggambarkannya begini, atau bole aku membayangkan ini: aku menghadiri acara kondangan kawinan. Aku berbusana jas, laiknya James Bond. Aku datang sendirian, tanpa wanita dalam gandengan. Tiada kuduga, di sana aku bertemu dengan seorang wanita cantik riasan.

Riasan itu bukan natural, tetapi ia sesuai momentum, justru mengingat situasinya tampilan seperti itu elementer, dan tak jarang (menurut pandanganku) seorang wanita berhasil terlihat lebih cantik dari alami bila berias, tapi wanita yang kupandangi itu berhasil melakukannya, ia tiba-tiba membikin aku pengin menggodanya dengan memperlihatkan gaya kumis Ruud Gullit, juga tak peduli apakah ia sudah ada yang punya, tapi aku mendadak pengin menghampirinya lalu bertanya. "Bolekah aku mengajakmu untuk berjoget dangdutan?" Kumemohon dengan cara berlutut. Kupesan lagunya nanti ini: Birunya Cinta.

Kecantikan ia kemewahan, dan aku tak menganggap dangdutan sebagai yang murahan, tapi ini lebih kepada kebutuhan akan hiburan. Ini aku memang sedang merayakan kebangkitan dari kemurungan hati yang sedari kemarin sore membayangi, tahu-tahu aku merasa berada dalam suasana pesta yang menyenangkan hati, karena kemilau ia di sana malam ini. Aku suka itu, sebenarnya aku pengin kasih cinta, mengingat datangnya terpantul alai-belai.

Prosa Bukan Bola lainnya: DIRUSAKI CINTA HANGUS CEMBURU.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon