Thursday, September 21, 2017

Trisula Edun: Elshaa Edin Under

Embed from Getty Images
Edun, di kampungku, mengandung arti atau artinya: bagus, mantap, hebat, atau lainnya yang sejenis. Ketika aku menyaksikan pertandingan Roma pada pekan ke 4 saat melawan Verona di Stadio Olimpico, dalam skema permainan 4-3-3 Roma menggunakan trisula ini di depan: Stephan El Shaarawy, Edin Dzeko, dan Cengiz Under.

Apa yang tercetus setelah pertandingan usai: lini serang muantep dengan starting line up di lini depan adalah trisula Elshaa Edin Under. Sengaja aku tulis demikian nama-nama itu, biar nanti bisa disusun menjadi: Edun. Trisula Edun.

Rotasi pemain tentulah penting dilakukan, tetapi pelatih pun bagusnya mempunyai format pakem (atau mapan) dalam pikiran sebagai siapakah pemain inti, dalam hal ini khususnya di lini depan. Dan dari nama-nama di lini serang Roma. Perotti, El Shaarawy, sebagai penyerang sayap kiri. Defrel, Under, Schick, sebagai penyerang sayap kanan. Dzeko, Defrel, Schick, sebagai penyerang sentral. Maka sebagai pemain inti untuk formasi di lini depan Roma, secara pribadi, aku memilih: Trisula Edun.

Bukan tanpa alasan, bukan pula karena terdapat nama Cengiz Under (yang notabene sudah menjelma menjadi pemain idolaku di Roma) sebagai alasan. Tetapi yang jadi ukuranku adalah ini: dari pertandingan-pertandingan Roma yang sudah dilakoni sejak Pra Musim di Amerika sampai dengan pekan ke 5 Liga Italia Serie A, baru pada pekan ke 4 kurasakan daya gedor Roma terlihat lebih banyak peluang (yang mana pada pekan ke 4 ini starting line up untuk lini depan Roma menggunakan trisula Edun).

Karakteristik Edin Dzeko sebagai penyerang sentral, ini kupikir sudah menjadi pilihan utama pelatih Di Francesco. Yang masih mencari-cari yang ngepas, kupikir satu tempat sebagai penyerang sayap kiri dan satu tempat sebagai penyerang sayap kanan. Aku kembali ke pengetahuan terdahulu, yaitu bahwa gaya serang permainan anak asuh pelatih Di Francesco, khusus untuk penyerang sayap, adalah pemain dengan kaki terbalik, El Shaarawy sebagai penyerang sayap kiri cocok sebab ia memiliki kaki andalan kaki kanan, Under sebagai penyerang sayap kanan cocok sebab ia memiliki kaki andalan kaki kiri.

Aku membayangkan. Bahwa pelatih Di Francesco satu pemikiran denganku, sebagaimana pemikiran (menyangkut trisula Edun) ini setidaknya satu teman fesbukku pun menginginkannya (atau satu pemikiran denganku). Itu artinya di depan aku melihat lebih banyak trisula Edun bermain duluan (apalagi dalam pengambilan keputusan ketika menghadapi lawan yang bertajuk bigmatch). Semoga pelatih Di Francesco melakukannya (ingat ini hanya hasrat pribadiku saja, sampeyan boleh berbeda doa). Forza Roma!

Panjenengan silakan dibaca oge anu ieu: Membangun Rotasi Pemain Akan Menjadi Kekuatan Roma Di Francesco.

Sareng anu ieu oge: Ulasan Pekan ke 4 Serie A Roma Musim 2017/2018.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon