Wednesday, September 13, 2017

Pergantian Pemain dalam Roma vs Atletico

Embed from Getty Images
Mengganti pemain di babak kedua merupakan hal yang biasa dalam pertandingan sepakbola. Itu juga dilakukan oleh kedua pelatih dalam Roma vs Atletico. Pelatih Di Francesco melakukannya. Pelatih Simeone pun melakukannya. Maka ini tidak aneh jadinya.

Apa yang disajikan pelatih Di Francesco, tentu saja aku pengin tahu, sebab Roma sudah berada di hatiku. Pelatih Di Francesco mengganti Defrel oleh Fazio pada menit 68'. Nainggolan diganti Pellegrini pada menit 79'. Dan Dzeko diganti El Shaarawy pada menit 89'.

Setidaknya pergantian Defrel oleh Fazio membuatku berpikir kritis. "Kenapa bukan Cengiz yang masuk?" Pergantian ini menandakan bahwa pelatih Di Francesco menambah pemain untuk lini pertahanan Roma, dalam kedudukan masih kosong-kosong.

Coba sampeyan bandingkan dengan pergantian yang dilakukan oleh pelatih Simeone di kubu lawan. Vietto diganti Corrrea 58'. Gabi diganti Ferreira-Carrasco 62'. Griezmann diganti Gaitan 79'. Setidaknya pergantian Gabi oleh Ferreira-Carrasco membuatku berpikir heran. "Kenapa tim tamu berani menambah pemain yang bertipikal penyerang?"

Sebab itu jika dua pertanyaanku tadi dibenturkan, maka dapat ditarik sebuah kesimpulan: dalam Roma vs Atletico, pelatih Di Francesco memilih untuk tidak kalah, sementara pelatih Simeone di kubu lawan memilih untuk bisa menang, sedangkan hasil akhirnya adalah kosong-kosong.

Aku kira tidaklah salah jika kemudian aku menuduh pelatih Di Francesco sebagai pelatih yang belum punya mental pemenang. Sekaligus tidak salah juga bilamana sampeyan menyangka tuduhan ini bermula dari kejengkelanku akibat (pemain idolaku) Cengiz Under tidak dicoba dimainkan oleh pelatih Di Francesco.

#BuatTakPostingDiBlog :D

Panjenengan silakan dibaca oge anu ieu: Roma Melawan Atletico.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon