Friday, September 8, 2017

Patrik Schick Biarkan Menjadi Super Sub

Embed from Getty Images
Aku membaca beberapa kabar mengenai (katakanlah) dampak dari kedatangan Patrik Schick sebagai rekrutan anyar AS Roma di akhir-akhir ditutupnya bursa transfer musim panas saat ini. Itu juga menjadi kabar bahwa apa yang selama ini dinanti-nantikan, yaitu mega bintang Riyad Mahrez tidaklah jadi datang ke Roma, yang notabene bahwa Riyad Mahrez ditinjau dari segala arah adalah profil yang tepat untuk menggantikan posisi Mohamed Salah di sektor sayap kanan. Maka aku agak terkejut, ketika mendapati perkataan yang semangatnya menyatakannya seperti ini: Patrik Schick sebagai pengganti Mohamed Salah.

Sebelumnya aku ingin menekankan terlebih dahulu, bahwa sebagai salah satu penggemar AS Roma, aku amat senang Patrik Schick menjadi Gladiator Roma, di satu tulisan aku berkata begini. "Schick Asyik Joss!"

Tetapi aku tidak bersepakat bila Patrik Schick disamakan dengan Mohamed Salah, ditinjau dari posisi main saja sudah berbeda. Sehingga aku mengerti ketika kemudian ada ide untuk mengganti skema permainan dengan kehadiran Patrik Schick, mengingat Patrik Schick sebagai penyerang muda ia sudah terbukti di kancah Serie A bersama Sampdoria.

Bisa mengerti aku, namun bukan berarti setuju. Menurut sudut pandangku, dengan menengok bagaimana AS Roma memainkan sepakbola di laga uji coba hingga pekan kedua Serie A dalam arahan pelatih Di Francesco, justru skema permainan yang sudah mapan pun belum terlalu meyakinkan namun bila melihat situasinya terlihat telah terjadi perkembangan, yang ironisnya ketika terlihat sudah mulai berkembang justru malah kalah lawan Inter.

Mendingan tetap saja pelatih Di Francesco menerapkan skema permainan yang sudah mapan di kepalanya, menjadikan Defrel sebagai penyerang sayap kanan yang dibayang-bayangi oleh Cengiz Under dari bangku cadangan, sementara Patrik Schick dijadikan sebagai super sub untuk menggantikan peran Edin Dzeko di pos penyerang murni. Adapun ide untuk menduetkan Edin Dzeko dengan Patrik Schick tentulah amat seksi untuk dicoba, namun strategi ini ada bijaknya dijadikan sebagai alternatif atau rencana B, dengan begitu Roma menjadi kaya secara taktikal.

Aku membayang. Skema permainan Roma tidak berubah, menerapkan formasi 4-3-3, tetapi permainan Roma makin pertandingan makin enak ditonton, serta rotasi pemain terutama di pos penyerang sayap kanan dan penyerang murni dapat berjalan dengan baik. Defrel punya kontribusi. Cengiz semakin terlihat bakatnya bermain bola. Edin Dzeko tetap subur. Dan Patrik Schick sering jadi super sub.

Loncat sama-sama... :D

Panjenengan silakan dibaca oge anu ieu: Pemain incaran AS Roma Patrik Schick memang Asoy Geboy.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon