Monday, September 25, 2017

ENTAH KENAPA

Entah kenapa ia selalu datang pada saat yang tepat, ibarate manakala aku sedang kumat, lalu jadinya kurasakan cinta itu menguat.

Barangkali kebetulan, barangkali karena beginilah kalau terbawa perasaan: dadi ge-er.

Dadi ge-er ini biarlah menjadi milikku yang paling berharga, karena memilikinya sudah sejak semula kurasakan tidak akan menjadi nyata.

Atau hatiku memang tidak salah dalam menjatuhkan perasaan, ia perempuan yang menggunakan perasaan, ia perempuan yang pengin berbuat kebaikan. Menghargai perasaan, ini barangkali yang memungkinkan ia lakukan jika perasaanku benar-benar ketahuan.

Prosa Bukan Bola lainnya: KEHADIRANNYA.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon