Wednesday, September 20, 2017

Bagaimana Kalau Gerson Ditukar Guling Renato Sanches?

Embed from Getty Images
Seorang pelatih bisa bikin seorang pemain muda berkembang, berlaku juga sebaliknya, pelatih pun bisa bikin seorang pemain muda meredup. Aku tidak tahu (bagaimana persisnya) apa yang terjadi dengan Renato Sanches di Bayern Munchen, namun pastinya pada kenyataannya (sebagaimana yang kutahu) adalah gelandang tengah muda berkebangsaan Portugal itu musim ini sedang mengalami masa peminjaman di Swansea City.

Bisalah kita menyalahkan kurangnya diberi jam terbang, tetapi sudah tentu seorang pelatih klub besar isi kepalanya sudah menimbang-nimbang, apakah pemain ini mesti dimainkan apakah tidak dong. Padahal Renato Sanches, sepengetahuanku, dibeli Bayern Munchen sebagai gelandang tengah muda berbakat yang bersinar bersama Portugal di Euro 2016, bahkan diincar oleh klub-klub besar Eropa lainnya (di antaranya Manchester United) sebelum berhasil dipinang Bayern Munchen dari Benfica dengan mahar 35 juta euro (plus bonus tergantung performa Renato Sanches yang nilainya mencapai 45 juta euro). Kelihatannya tidak cocok dengan skema permainan pelatih yang kemudian menyebabkan kesusahan dalam bersaing, ini tuduhan yang dapat dimengerti oleh akal, katakanlah demikian adanya.

Situasi Renato Sanches di Bayern Munchen, bisa saja nyaris serupa dengan apa yang dialami oleh Gerson di Roma. Sama-sama bertitel sebagai gelandang tengah muda berbakat (Gerson dibeli Roma dari Fluminense dengan mahar sekitar 16 juta euro, yang sebelumnya bersaing ketat dengan Barcelona untuk menggaetnya), tapi pada prakteknya tidaklah melesat. Situasi Gerson setidaknya aku cukup tahu, di musim lalu bersama pelatih Spalletti, kelihatannya Gerson kurang diberi kesempatan, sehingga tidak berkembang, bisa saja dikarenakan ketidakcocokan. Malah di musim lalu, Gerson hampir jadi dipinjamkan ke salah satu klub di Liga Francis, yakni ke Lille. Bersama pelatih Di Francesco di musim ini, Gerson masih bersama Roma, sinyalemen diberi kesempatan terbaca ada, namun belum terlihat cahayanya terang benderang meskipun pelatih Di Francesco sempat berujar bahwa ia mengamati Gerson waktu masih melatih Sassuolo.
Embed from Getty Images
Bagaimana kalau Gerson ditukar guling Renato Sanches?

Singkat dan sederhana saja (juga tidak terlalu serius): siapa tahu entar Gerson di bawah arahan pelatih Carlo Ancelotti menjelma menjadi The New Ricardo Kaka, sedangkan Renato Sanches bersama bimbingan pelatih Di Francesco siapa tahu menjelma menjadi gelandang bertenaga kuda yang bikin beberapa pengamat menyama-nyamakan Renato Sanches dengan Edgar Davids mantan gelandang tengah Juventus (mengingat pelatih Di Francesco terlihat bagai nyaman memakai jasa dua gelandang tengah box to box dan satu Anchor Man dalam skema permainan 4-3-3, sampeyan curiga tahu kalau Renato Sanches merupakan tipe gelandang tengah box to box).

Tapi nanti, bursa transfer musim depan, itu juga. (Soalnya atribut poin Renato Sanches lebih bagus daripada Gerson, haha, coba panjenengan cek di pes stats kalau ndak percaya).

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon