Monday, August 14, 2017

Pertandingan Uji Coba Roma yang Mengecewakan di Tanah Spanyol

Embed from Getty Images
Permainan Roma belum enak ditonton (ini jelas terlihat di babak 1 karena streaming lancar), kerja sama tim masih perlu dibangun dengan baik, memang ada beberapa aksi pemain tapi itu permainan individu (ini bakalan bagus kalau jadi gol), di babak 2 pengamatanku rada kabur mencari-cari tayangan (karena ada masalah di hape), bahkan aku tidak menemukan di mana Aceng (Cengiz Under), selain kutemukan gol Banega dan gol kapten Edin. Sevilla two, Roma one. I am Diar mau salat subuh dulu wassalamualaikum wr. wb.

Itu adalah postinganku di fesbuk, seketika setelah selesei nonton pertandingan antara Sevilla vs Roma pada tanggal 11 Agustus 2017 WIB (pertandingan dimulai jam tiga pagi). Ada beberapa yang seharusnya bisa anda tangkap dengan jelas, bagaimana situasinya, setidaknya situasi di mana aku nonton pertandingan itu, lalu bagaimana jalannya pertandingan yang kutangkap atas situasiku yang seperti itu. Kupikir cukup jelas (kalau kurang jelas, coba main ke kronologi akun fesbukku sebab di sana seingatku belum aku hapus).

Demikian (permainan Roma belum enak ditonton) terulang kembali, pada pertandingan berikutnya di tanah Spanyol melawan Celta Vigo pada tanggal 14 Agustus 2017 (main jam setengah satu dini hari), malahan tambah parah (aku nonton pas menit tiga puluhan, dan skor sudah tiga kosong untuk keunggulan tuan rumah Celta Vigo), aku sampai menulis status di fesbuk begini di rehat babak 1:

waaahhhh dadi pengen nonton bokep nihhhhh... :D

Babak Satu: Celta Vigo 4 vs 0 Roma

#BisikanDariNeraka :D

Di babak 2 Celta Vigo vs Roma ada beberapa pergantian pemain dan hasilnya berubah menjadi Full Time skornya begini: Celta Vigo 4 vs 1 Roma.

Hasil yang mengecewakan, tentu saja. Walaupun masih dalam tajuk pertandingan uji coba. Tetapi dari sana, aku (sebagai yang nonton, walaupun tayangannya tak sejernih di televisi, satu contoh bagaimana aku salah melakukan pengamatan: yang cetak gol kedua Sevilla bukan Banega melainkan Nolito, dan memang aku tidak menonton gol pertama Sevilla, ini mengacu pada Sevilla vs Roma) bisa meraba-raba, bahwa permainan Roma (jika seperti itu, saat melawan Sevilla dan Celta Vigo) kelihatan seperti bukan tim yang mau meraih gelar juara, sehingga aku (sebagai salah satu penggemar Roma) merasa was-was adanya. Paling tidak beberapa temanku di fesbuk (yang sama sepertiku sebagai bagian dari orang-orang yang mencintai Roma), terbaca (melalui postingan status di fesbuk) ragu juga kepada Roma, malahan ada yang sempat beropini terlalu dini: pecat pelatih Di Francesco. Atau membanding-bandingkan dengan zaman Roma dilatih Luciano Spalletti dan Rudi Garcia: wuenak zamanku tok. Tetapi ada juga yang berpikiran untuk tetap tenang sebab (paling tidak) dua kekalahan di tanah Spanyol itu masih dalam tajuk: partai uji coba atau pertandingan persahabatan.

mari kita sudahi kegaduhan akibat kekalahan roma ini saudaraku, cukup sudah kita berkeluh kesah, apapun yang terjadi roma akan selalu kita sayang...

ibarate sego uwes dadi bubur
nanging tresno iki ora bakal luntur

...orang2 yang mencintai romaaaa (ini yang berteriak bayangkan Via Vallen), yang bisa harus nyanyi yang kenceng ya... Perkumpulan Aceng El Bandito di sebelah baraatttt... Bang Ojek Sayang di sebelah timuuurrrr...

aku welasno kangmas... aku mesakno aku
aku nangis, nganti menu eluh getih putih

#ForzaRoma
#InshaAllahAkuBiso :D

Sila dibaca ini juga brother: Lima Langkah Terpuji Merayakan Kemenangan Roma.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon