Wednesday, August 23, 2017

Defrel dalam Perspektif Secawan Madu

Embed from Getty Images
Coba sampeyan dengerin dulu Via Vallen bernyanyi Secawan Madu. "Kau bangun cinta yang menjanjikan dirimu pula yang menghancurkan, tega-teganya ketulusanku kau balas dengan kecuranganmu." Itu sebagian lirik saja. Dan itu bisa dipergunakan untuk memandang bagaimana permainan Defrel di Roma sebagai rekrutan anyar Giallorossi (setidaknya menurutku).

Kita tahu, kedatangan Defrel adalah sesuai dengan kebutuhan tim, mengingat bagaimana ia memainkan sepakbola di klub sebelumnya, yakni: sebagai penyerang sentral dan bisa juga dijadikan sebagai winger kanan. Dipertegas dengan kenyataan bahwa Defrel sebelumnya pernah bekerja sama dengan pelatih Di Francesco saat keduanya masih di Sassuolo, bisa dikatakan kedatangan Defrel amatlah menjanjikan untuk skema permainan Roma, mengingat bagaimana tugasnya berada di lini serang, orang-orang yang mencintai Roma (paling tidak aku) berharap sektor penyerangan Roma menjadi berbahaya.

Setidaknya dalam dua pertandingan uji coba (laga persahabatan di tanah Spanyol melawan Sevilla dan Celta Vigo) dan satu pertandingan kancah Liga Italia Serie A (partai perdana Serie A melawan Atalanta), kupikir dan (kelihatannya) sebagian besar orang-orang yang mencintai Roma (bisa dilihat dari bagaimana beberapa opini teman di fesbuk, menyangkut permainan Defrel), menonton permainan Defrel di Roma jadi bak tertusuk seribu duri.

"Defrel bisa bermain dalam tiga posisi berbeda, ia cepat, ia bermain untuk tim, ia memberi kami kedalaman, dan ia memiliki mata yang bagus untuk mencetak gol," demikian kata Monchi dalam Roma complete the signing of Gregoire Defrel di laman resmi AS Roma saat dengan gembira mengumumkan berhasil mendatangkan Defrel, tetapi prakteknya di lapangan bersama Roma, belum terlihat seperti itu, belum ada gol dari Defrel sejauh ini (paling tidak dalam tiga pertandingan yang sudah dilakoni Roma, dan Defrel turut ambil bagian sebagai winger kanan dan juga pernah dicoba sebagai penyerang sentral melawan Celta Vigo di laga uji coba). 

Di luar praduga, kelihatannya, dan itulah yang faktanya terjadi (paling tidak dalam tiga pertandingan Roma), kehadiran Defrel jauh dari harapan bikin lini serang Roma menjadi berbahaya.

Pedih sungguh pedih.

Perspektif ini semoga saja tidak berkembang kepada Esai semisal nanti judulnya ini: Defrel sebagai The New Iturbe. Oh tidak, tentu saja.

Panjenengan silakan dibaca oge anu ieu: Juan Iturbe suruh makan dulu Sop Buntut Banteng.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon